Koreri.com – YouTube pada Kamis (28/02) mengumumkan mereka akan mematikan komentar pada semua video yang menampilkan anak-anak, setelah sebuah report menyebutkan bahwa pedofil meninggalkan komentar cabul di video unggahan pada situs itu.
Perubahan ini terjadi setelah YouTube bergelut dengan semua konten grup yang ada di platformnya karena kekawatiran akan adanya ujaran kebencian, kekerasan dan konspirasi teori yang sangat mengganggu.
Penghapusan komentar ini akan memakan waktu beberapa bulan kedepan di semua video yang menampilkan anak-anak seperti diungkap perusahan itu.
Seperti dikutip dari sebuah situs Australia News.com.au, prosesnya telah dimulai sejak minggu lalu dengan mematikan komentar di sejumlah video.
Para pemasang iklan termasuk Nestle, AT&T dan pembuat Fortnite, Epic Games menarik iklannya dari YouTube setelah sebuah komentar tidak pantas tentang anak-anak dilaporkan oleh pengguna Youtube terkenal dan laporan media lainnya.
Sejumlah kanal yang memiliki video bercirikan anak-anak akan tetap diijinkan untuk tetap terbuka untuk dikomentari namun kanal-kanal tersebut akan dipantau secara ketat oleh YouTube.
Menurut analis eMarketer Paul Verna, mematikan komentar pada sejumlah besar video adalah merupakan sebuah tindakan yang cukup ekstrim.
Namun apabila melihat inti masalahnya, terlebih terkait keselamatan anak, tindakan YouTube sudah sangat cepat dan benar.
CEO YouTube Susan Wojcicki mengakui kekuatiran mereka pada Kamis, dengan mencuit, “tidak ada yang lebih penting bagi kami selain memastikan keselamatan anak-anak pada platform media kami,”
YouTube, seperti Facebook, Twitter dan situs sejenis yang digunakan untuk publikasi, menerima banyak permintaan agar dilakukan pengontrolan dan juga penghapusan konten-konten yang tidak mendidik.
ARD
