Kapolda dan Pangdam Tak Ingin Insiden Mamberamo Raya Terulang Lagi

HGRD1696

Koreri.com, Merauke – Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw tak ingin insiden salah paham TNI-Polri di Mamberamo Raya terjadi lagi di wilayah lain.

Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja bersama Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI. Herman Asaribab ke Kabupaten Merauke, Jumat (17/4).

“Saya ingin mengingatkan bahwa tolong teman-teman sebagai pengendali Komando disini jaga anggota kita,” tekan Kapolda dalam arahan kepada Komandan Satuan TNI-Polri di wilayah itu.

Ia minta setiap pimpinan terus bangun komunikasi dengan anggota agar segala bentuk permasalahan diselesaikan sampai tuntas, sehingga tidak salah paham seperti Mamberamo Raya.

“Jika tidak komunikasi maka dapat menimbulkan potensi-potensi permasalahan lainnya dan pihak luar menghangatkan permasalahan tersebut yang nantinya disalah-artikan oleh anggota di lapangan seperti yang terjadi di Mamberamo Raya,” pintanya.

Dikatakan, tim gabungan TNI-Polri sedang proses para pelaku insiden Mamberamo Raya yang dikomandoi Danrem 172/PWY Danpomdam, Pasintel, Dirintel, Bidkum serta Kabid Propam yang dibantu Kapolres dan Dandim.

“Saya mau menyampaikan terkait dengan kejadian di Kabupaten Mamberamo Raya yang menelan 3 korban jiwa berasal dari Merauke sedang dalam proses penyidikan dan penyelidikan oleh tim gabungan TNI-Polri,” tegas Kapolda.

Ia juga berpesan agar hubungan kekeluargaan selalu terjaga dengan membangun sinergitas TNI – Polri antar kesatuan dan kekompakan dengan melakukan komunikasi setiap saat.

“Buatlah pimpinan kita tersenyum bahagia dengan melakukan langkah-langkah humanis, tunjukan dinamis kemampuan person dan buatlah prestasi-prestasi,” dorongnya.

Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada Penerintah Kabupaten Merauke yang telah memfasilitasi 3 korban anggota Polri sampai pemakamanan.

“Lewat media kami juga sudah menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban dan luar biasa terima kasih kepada Bupati, rekan-rekan disini atas responya untuk menerima korban dan memfasilitasi sampai dengan pemakaman terakhir,” ucapnya.

Sementara itu, Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI. Herman Asaribab, menyampaikan permohonan maaf mewakili Panglima TNI, Kasad dan seluruh perajurit TNI kepada Kapolri, Kapolda beserta seluruh jajaran kepolisian tentang situasi yang terjadi adanya korban 3 anggota Polri di Mamberamo Raya.

“Saya mengharapkan kita tetap menjaga kebersamaan ini dan kekompakan dengan perwujudan yang bermacam-macam lewat saling silahturahmi kesatuan, olahraga bersama atau kegiatan seperti ini,” harapnya

Apabila ada masalah, kata Pangdam, unsur pimpinan secepatnya mengambil langkah untuk mencegah tidak terjadi salahpaham antara anggota di lapangan.

“Jadi, untuk mengatasi semua ini kuncinya hanya satu yaitu komukasi, apabila tidak dilakukan maka hal ini yang akan menjadi potensi timbulnya suatu permasalahan,” cetusnya.

Terkait dengan kejadian di Kabupaten Mamberamo Raya, lanjut Pangdam, hal itu sudah terjadi tetapi yang ada sekarang ini harus bagaimana menjaga kekompakan, kebersamaan, sinergitas tentang karakter, skil dan atitud yang positif.

Dengan mengusung itu semuanya, pasti berjalan dengan aman dan damai.

“Terakhir, saya mengajak kita semua berdoa semoga apa yang kita lakukan ini diberkati Tuhan sehingga kita bersinergi dan membawa Papua khususnya di Kabupaten Merauke dalam keadaan aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

OZIE

Exit mobile version