Koreri.com, Jayapura – Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, telah mengirimkan tim investigasi guna menyelidiki insiden rentetan penembakan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, beberapa hari terakhir.
Kapendam XVIICenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria, mengatakan dua pejabat Kodam telah diperintah tim ke Intan Jaya yaitu Danrem 173/PVB, Brigjen TNI. Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih, Kol Inf. Ardian Triwasana untuk melaksanakan investigasi tertembaknya pendeta Yeremia Zanambani di kampug Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (19/9/2020) lalu.
“Tim sudah berangkat sejak hari Minggu 20 September 2020 langsung ke Distrik Hitadipa untuk melaksanakan pendalaman dan investigasi terhadap insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” terangnya kepada wartawan di Jayapura, Selasa (22/9/2020).
Lanjut Kapendam, pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani.
“Kita doakan bersama semoga almarhum Pendeta Yeremia Zanambani di terima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga situasi di Kabupaten Intan Jaya semakin kondusif sehingga pembangunan dapat dilanjutkan,” harapnya.
Sebelumnya diberitakan, Pendeta Yeremia Zanambani ditemukan meninggal dunia karena luka tembak.
Informasi meninggalnya hamba Tuhan menjadi simpang siur di media sosial karena saling tuduh.
Ada yang menyebut pelaku penembakan dari TNI juga namun sebaliknya ada yang menyebutkan KKB pimpinan Jelek Waker yang melakukan penembakan.
Hingga saat ini, Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku penembakan Hamba Tuhan di Intan Jaya itu.
OZIE
