Koreri.com, Keerom – Kantor Distrik Arso Timur dilaporkan tidak melaksanakan pelayanan masyarakat selama 2 tahun.
Terpantau selama 2 tahun berjalan sejak pemerintahan Bupati Keerom Muhamad Markum berkuasa terlihat dari halaman gedung kantor tersebut yang tidak berpenghuni jadi lahan kandang babi dan kambing serta hewan Lainnya.
“Lokasi atau halaman kantor distrik yang ditumbuhi rerumputan serta gedung yang menjadi kandang kambing tidak terurus sudah berlangsung lama lebih kurang dua tahun,” kata narasumber yang tak mau diberitakan namanya di Arso, Jumat (9/10/2020).
Menyikapi itu, tokoh masyarakat adat setempat Frans Putui menyorotinya kondisi dan keadaan kantor yang tak layak dipakai.
Pihaknya langsung mempertanyakan kepada Pemerintah, mengapa ada kampung – kampung yang kantor distriknya tidak ada aktivitas pemerintahan.
Putui meminta Penjabat Bupati Keerom untuk memperhatikan kondisi tersebut. Pasalnya, hal itu sangat berdampak terhadap pelayanan di wilayah Arso sehingga perlu ada perhatian agar masyarakat dapat terlayani pengurusan pemerintahan.
“Pemerintah daerah harus perhatikan ini, karena masyarakat perlu pelayanan. Bapak penjabat segera perhatikan itu, kami juga warga Negara Indonesia,” pintanya.
Kantor Distrik Arso Timur tersebut diketahui tidak berfungsi selama 2 tahun lebih.
Padahal gedung kantornya cukup megah, namun belum ada pemafaatan secara optimal terhadap fasilitas dimaksud.
OZIE