STIKOM Muhammadiyah Jayapura Ubah Status Jadi Universitas

Launching Universitas Muhammdiyah Papua

Koreri.com, Jayapura – Sekolah Tinggi ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura berubah status menjadi Universitas Muhammadiyah Papua yang ditandai dengan Launching dan peletakan batu pertama pembangunan kampus disaksikan secara virtual di Jalan Abepantai No 25 Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (23/10/2020).

Rektor Universitas Muhammadiyah Papua Dr. Ir. Muhammad Nurjaya, MSi mengatakan, launching dan peletakan batu pertama Universitas Muhammadiyah Papua sesuai SK Mendikbud Nomor: 937/M/2020 Tanggal 6 Oktober 2020.

Gubernur Papua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Penjabat Sekda Doren Wakerkwa, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen membangun sektor pendidikan melalui instansi terkait.

Mitra Pemprov Papua dalam pembangunan bidang pendidikan sangatlah dibutuhkan dan penting perannya.

Salah satunya melalui pergerakan Muhammadiyah yang memiliki perhatian dan kiprah di bidang pendidikan mulai dari tingkat play group hingga perguruan tinggi di Provinsi Papua.

Hari ini, Universitas Muhammadiyah Papua meluncurkan secara resmi, setelah dua dekade sebelumnya berkiprah melalui STIKOM Muhammadiyah Jayapura.

Ini sungguh prestasi kerja yang luar biasa. Melalui Universitas Muhammadiyah Papua, tentu diharapkan kiprah Muhammadiyah di Papua di bidang pendidikan lebih luas dan dalam lagi menyentuh masyarakat kita.

Sebagaimana kita ketahui, Perguruan Tinggi berkiprah dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Kita tentu sangat berharap dengan menjadi Universitas Muhammadiyah Papua, kiprah civitas akademika yang selama ini telah ditunaikan melalui STIKOM Muhammadiyah Jayapura akan lebih menjawab persoalan dan tantangan pendidikan dan sosial kemasyarakatan umumnya di Provinsi Papua.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Prof. Dr. HR Partino, MPd mengatakan kehadiran Universitas Muhammadiyah Papua, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara dan mengkader anak-anak Papua untuk menjadi pemimpin di Papua di masa mendatang.

Dikatakan Universitas Muhammadiyah Papua, menerimah seluruh anak bangsa dari pelbagai golongan, yang ingin menempuh pendidikan tinggi di Papua dan di kabupaten serta kota di seluruh Bumi Cenderawasih.

“Tak ada niat sama sekali untuk memuhammadiyahkan orang-orang Papua. Dan tak ada niat sama sekali untuk mengislamkan orang-orang Papua. Kalau mau belajar marilah,” terangnya.

Ia menekankan, pihaknya mempunyai mahasiswa yang dulunya STIKOM Muhammadiyah Jayapura 1.000 lebih dan 90 persen adalah anak-anak kita dari Pegunungan Tengah Papua.

Universitas Muhammadiyah Papua menyelenggarakan sejumlah fakultas, yakni Ilmu Komunikasi, Hukum, Hubungan Masyarakat, Ilmu Lingkungan, Komputer/Informatika, Psikologi dan Kewirausahaan.

Sementara pengembangan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua pada hari yang sama dilakukan di Kampung Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura atau 2 km dari Jembatan Youtefa. Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua diatas lahan berjumlah 11 hektar.

Turut hadir Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa, Rektor Universitas Muhammadiyah Papua Dr. Ir. Muhammad Nurjaya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Prof. Dr. HR Partino, MPd, Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, dan Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Dr. Suriel S Mofu.

OZIE

Exit mobile version