Koreri.com, Wamena – Tak terasa pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 Tahun 2021 Kodim 1702 Jayawijaya telah memasuki 21 hari pengerjaan.
Artinya, sisa hari waktu operasi bhakti TNI ini akan memasuki akhir-akhir pelaksanaan pembangunan, Selasa (23/3/2021).
Diketahui, selain mengelar serangkaian program fisik dan non fisik, program TMMD juga menjadi salah satu sarana bagi prajurit TNI berkomunikasi dan berkontribusi secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
Menariknya lagi, ketiga sasaran fisik dalam program TMMD kali ini baik pembangunan barak maupun 2 unit rumah tipe 36, merupakan koordinasi dengan pihak Pemda Jayawijaya dan masyarakat.
“Program fisik yang kami kerjakan saat ini, baik sasaran utama maupun sasaran tambahan merupakan usulan Pemda dan warga,” ungkap Pasiter.
Disisi lain, sambutan masyarakat dan Pemda terhadap program ini sangat positif.
Terbukti dukungan dari beragam komponen masyarakat terus mengalir guna mensukseskan pelaksanaan TMMD di kabupaten memiliki julukan khas Lembah Baliem ini.
“Patut disyukuri, Kota Wamena tahun ini menjadi tempat digelarnya TMMD. Pembangunan yang dilakukan prajurit TNI ini selain cepat dan kokoh, juga irit anggaran,” ujar Bupati Jhon Richard.
Dari lapangan, bersama warga dan Pemda progres kegiatanpun terus berjalan, baik program fisik maupun non fisik.
Hadirnya program ini juga turut menumbuhkan kembali budaya gotong royong bangsa yang kian hari semakin pudar.
Selain itu, lanjut Bupati Jhon, lewat program ini, intensitas anggota TNI berkomunikasi dengan warga secara langsung meningkatkan rasa Nasionalisme, rasa persaudaraan dan kemanunggalan TNI-Rakyat.
“Menurut banyak kalangan, TMMD merupakan contoh yang tepat dalam upaya melibatkan masyarakat dalam pembangunan di wilayahnya. Dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk giat pembangunan infrastuktur diharapkan dapat meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat” pungkasnya.
SEO
