Fokus  

Jubir : Penyekatan Malam Tidak Efektif, Harus Sepanjang Hari

IMG 20210716 WA0004
Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Papua Barat dr Arnold Tiniap.(Foto : KENN)

Koreri.com,Manokwari- Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang sudah berlangsung selama seminggu lebih ini dinilai tidak efektif.

Pasalnya penyekatan dalam rangka pencegahan mobilitas orang dalam masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlangsung malam hari dinilai mubasir.

Juru bicara satgas penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat dr Arnold Tiniap mengatakan secara biologis malam hari manusia sudah harus kembali ke rumah masing-masing.

“Jadi tidak efektif, jadi seharusnya penertiban atau penyekatan PPKM darurat itu dilakukan sepanjang hari, dari pagi sampai sore itu diperketat aktivitas yang berpotensi terjadinya kerumunan massa,” kata dr Arnold Tiniap kepada awak media usai mendampingi Gubernur Papua Barat meninjau pelaksanaan Vaksinasi di Reremi Puncak, Jumat (16/7/2021).

Dikatakan Arnold Tiniap bahwa dalam penyekatan sepanjang hari itu lebih diperketat pada penggunaan masker saat berinteraksi dengan orang, jaga jarak serta cuci tangan.

Menurut Tiniap bahwa perlu dilakukan perubahan waktu penyekatan PPKM darurat, karena kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat minim sehingga wajar kalau angka pasien positif yang terpapar COVID-19 setiap tahun diatas  dua ratusan.

Ditambah dengan kinerja aparat keamanan yang melaksanakan tugas penyekatan PPKM darurat belum optimal bekerja.

“Ini bagian dari upaya yang harus kita lakukan di hulu jadi kita tidak lakukan itu maka kasus yang dilaporkan ratus kasus setiap hari terjadi terus, kalau kita tidak lakukan sesuatu di hulu untuk menertibkan masyarakat yang beraktifitas kesana kemari tanpa protokol kesehatan ya, kita tidak akan pernah menyelesaikan pandemi ini bersama-sama,” ujarnya.

KENN