Koreri.com, Biak – Satuan Pendidikan Non formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biak menggelar Pembukaan Pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) bertempat di aula SKB jalan Ciliwung Ridge Biak, Selasa (5/4/2022)
Pembukaan giat ini diawali dengan doa dan laporan panitia serta sambutan Kepala SKB sekaligus membuka secara resmi Ujian Pendidikan Kesetaraan tersebut.
Kepala SKB Biak Margaretha Singgamui, S.Pd setalah di konfirmasi membenarkan akan hal ini.
Dijelaskan, untuk UPK tahun pelajaran 2021-2022 diikuti 27 peserta dari SPNF-SKB Biak Numfor.
Selain itu, ada juga peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek yang menginduk ke SKB karena lembaga tersebut belum terakreditasi.
“Sehingga seluruh lembaga yang belum terakreditasi yang ada di Biak dan mempunyai warga belajar kesetaraan paket C apalagi sudah terinput di Dapodik wajib menginduk kepada lembaga-lembaga yang sudah terakreditasi. Makanya kami disini 27 peserta dan mereka yang menginduk 6 peserta dan jumlah peserta semua berjumlah 33 peserta yang terbagi dalam dua ruang ujian masing-masing berisi 17 dan 16,” rinci Margaretha.
Untuk paket C nanti dimulai tanggal 19 hingga 22 April 2022 sedangkan untuk ujian paket B nanti di tanggal 26 – 29 April 2022.
Sementara untuk paket A pelaksanaannya di tanggal 10 – 12 Mei 2022, dimana SKB Biak Numfor menyelenggarakan tiga UPK untuk kesetaraan paket C, B dan A. Untuk paket B 17 peserta dan paket A 5 peserta.
“Ujian ini sebenarnya rutin untuk seluruh lembaga baik formal maupun non formal di berbagai tingkatan baik SD, SMP dan SMA yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana capaian kompetensi dari warga belajar terhadap apa yang diajarkan selama dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Mereka, lanjut Margaretha, yang mengikuti ujian ini adalah yang telah mengikuti pembelajaran selama satu tahun terakhir atau kalau di paket C di tingkat 6 kesetaraan yaitu setara dengan semester 12 di SMA.
“Saya berharap peserta UPK mengikuti kegiatan ini dengan baik sampai dengan selesai, mempersiapkan diri dengan baik sehingga dapat diselesaikan dengan baik,” harapnya.
Dijelaskan pula, di tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana tipe soalnya juga berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya yang lebih banyak ke pilihan ganda.
Untuk tahun ini lebih ke assesment kompetensi minimum.
“Ini merupakan tipe soal yang memuat stimulus soal dalam bentuk pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian. Dengan harapan bisa menggali kompetensi daripada warga belajar ini sendiri,” tukasnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala SKB Biak, pegawai di jajaran SKB serta peserta ujian.
HDK
