Percepat Penurunan Stunting, SKB Biak Gelar Bimtek Calon Pelatih Diklat Berjenjang

SKB Biak Bimtek Pelatih Diklat

Koreri.com, Biak – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biak menggelar bimbingan teknis pelatihan calon pelatih diklat berjenjang tingkat dasar program percepatan penurunan stunting angkatan II – tahun 2022 bertempat di gedung serba guna SKB, 7 – 12 Juni 2022.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Himpaudi Biak Numfor Bunda Paud Ruth Naomi Rumkabu, S.Pd, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala OPD di lingkungan Pemda  Biak Numfor, kepala satuan pendidikan non formal SKB, para narasumber dan instruktur, serta para tamu undangan.

Bupati Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Setda Biak Numfor Lot.L Jensenem, SE mengatakan, upaya pencegahan stunting melalui pertumbuhan dan perkembangan anak penting menjadi perhatian bersama agar pada saatnya nanti mereka memiliki kesiapan mental untuk memasuki pendidikan tingkat lanjut, mengantar mutiara bangsa ke gerbang masa depan yang lebih baik.

“Saya menilai, kegiatan-kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan seperti ini sangat penting dijadikan sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan peran bunda Paud sebagai salah satu komponen pendukung pembangunan di Kabupaten Biak Numfor,” ungkapnya.

Hal ini dinilainya penting karena bunda-bunda Paud telah berperan baik. Sehingga dirinya berharap mereka juga menjadi salah satu garda terdepan dalam melakukan pencegahan stunting di dalam masyarakat.

Selaku kepala daerah, Bupati mengharapkan agar ke depan bunda-bunda Paud dan jajarannya dapat lebih menunjukkan eksistensinya dalam berperan aktif, tidak hanya pada kegiatan penyelenggaraan Paud, namun juga ikut mengambil bagian dalam upaya-upaya percepatan pembangunan.

Salah satunya seperti secara aktif terus mengkampanyekan tentang bagaimana melakukan pencegahan stunting di masyarakat, tentunya melalui kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan setiap hari.

“Pendidikan anak usia dini (Paud) merupakan dasar bagi terbentuknya karakter anak, sebab saat usia 0 – 6 tahun otak anak berkembang pesat, hingga 80 persen. Pada usia 0-6 tahun itu juga sering disebut sebagai usia emas anak (golden age). Jika kita sebagai tenaga pendidik atau orang tua salah mengasuh dan salah memberi asupan gizi kepada anak-anak, bayangkan berapa besar kerugian di masa yang akan datang,” katanya.

Ditegaskan, pencegahan stunting adalah salah satu bagian dari misi Pemda Biak Numfor, yakni bagaimana terus melakukan peningkatan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat terwujud.

Untuk itu maka perlu komitmen bersama dalam melakukan upaya-upaya pencegahan stunting di masyarakat, termasuk melalui dunia pendidikan, secara khusus tingkat pendidikan Paud.

“Saya mengajak para peserta diklat calon pelatih supaya mengikuti kegiatan ini dengan sebaik mungkin, dan berharap agar nantinya menjadi bagian garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang baik dan tepat tentang bagaimana pencegahan stunting di masyarakat,”ajak Bupati.

Bupati juga mengajak kita semua pihak menyatukan tekad dan langkah, memberikan karya-karya terbaik dalam setiap tugas sesuai kapasitas masing-masing.

“Mari kita terus bekerja dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara, dan tentunya secara khusus bagi Kabupaten Biak Numfor yang kita banggakan dan cintai bersama,” katanya.

Sementara itu Kepala SPNF SKB Biak Margaretha Sianggamui, S.Pd ketika dikonfirmasi membenarkan kegiatan dimaksud.

Dikatakan, sebenarnya dalam penyelenggaraan setiap tingkatan pendidikan termasuk juga Paud pasti membutuhkan pendidik yang berkompeten di bidang masing-masing.

Untuk itu, diklat di SKB ini bertujuan adalah untuk peningkatan kompetensi daripada guru-guru Paud yang ada di Biak Numfor dan kebetulan tahun lalu SKB Biak dikunjungi  oleh Kementerian Pendidikan ditetapkan menjadi salah satu lembaga penyelenggara diklat di Provinsi Papua.

“Untuk itu, lewat program Otsus ini kami anggarkan untuk melakukan diklat bagi guru Paud dan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dalam hal ini untuk penurunan angka Stunting. Diklat ini kita rencanakan bersamaan dengan Kementerian juga punya program yang sama untuk penurunan stunting yaitu bagi guru pendamping muda yang terintegrasi dengan program pencegahan dan penanganan stunting,” beber Margaretha.

Ditegaskan, berbicara stunting itu bukan sesuatu yang baru di Paud karena dalam setiap materi juga pasti ada muatan-muatan tentang bagaimana penanganan stunting yang harus disampaikan baik kepada orang tua tetapi juga di masyarakat.

Maka di tahun anggaran 2022 ini, SKB melatih 20 calon pelatih untuk khusus diklat berjenjang tingkat dasar ini berbasis teknologi informasi bagi guru pendamping muda yaitu guru Paud yang bukan S1..

“Narasumbernya langsung dari Kementerian yang menentukan,jadi kami hanya diminta memasukkan nama kemudian dari mereka yang menyiapkan semua. Dan bersyukur untuk hari ini kita di Biak adalah angkatan II dari kementerian dan bersyukur sekali bahwa kami juga menyelenggarakan diklat ini didanai oleh APBD secara mandiri oleh daerah sedangkan di tempat-tempat lain yaitu oleh Kementerian,” sambungnya.

Margaretha berharap,  mereka yang terpilih untuk ikut diklat harus betul-betul menggali ilmu dari para narasumber yang datang karena mereka adalah ahli dalam bidang pendidikan anak usia dini, ahli yang menyusun semua pedoman-pedoman anak usia dini di Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Untuk itu teman-teman harus berani bertanya dan berani menggali sebanyak mungkin informasi sehingga mereka pulang bisa membawa bekal untuk nanti menjadi pelatih bagi teman-teman di tempat mereka bertugas,” tukasnya.

HDK

Exit mobile version