Fokus  

Tunggu Kepastian Ibukota Papua Tengah, Masyarakat Nusantara Mimika Lakukan Aksi Damai

Koreri.com, Timika – Penentuan ibukota Papua Tengah memicu aksi damai Masyarakat Nusantara di Timika pada Kamis (30/6) pukul 10.00 WIT di eks lokasi Pasar Swadaya yang dipenuhi ratusan massa yang datang dari berbagai penjuru kota Timika dengan orasi dipimpin oleh Agustinus Anggaibak bersama beberapa orator lainnya.

Dalam kerumunan tersebut Agustinus berorasi agar semua masyarakat Nusantara Mimika bersama-sama turun dalam aksi damai tersebut serta meminta masyarakat Mimika dapat bersama-sama mengawal agar ibukota provinsi papua tengah berada di kota Timika.

Agus juga menegaskan bahwa kedudukan ibukota Provinsi Papua Tengah harus di Timika dan akan mengawal aspirasi tersebut agar didengar oleh oleh Komisi II DPR RI.

Lanjutnya lagi, “sudah 20 tahun masyarakat Mimika menunggu agar hal ini terlaksana maka kami sebagai warga Mimika mendukung penuh DOB Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota Timika.”

Setelah itu pukul 11.30 WIT kerumunan massa melakukan longmarch menuju ke gedung DPRD Mimika dan dikawal ketat oleh personil gabungan TNI/Polri agar aksi tersebut dapat berjalan dengan kondusif.

Sesampainya di kantor DPRD Mimika, aspirasi ini diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleksander Tsenatwane serta hadir pula sejumlah anggota DPRD Mimika seperti Ketua Komisi A, Daud Bunga, SH, Ketua Komisi C serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Setelah mengetahui Nabire menjadi ibukota Papua Tengah satu persatu massa membubarkan diri dengan sendirinya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH, SIK mengerahkan sebanyak 885 personil gabungan TNI/Polri dikerahkan untuk mengawal aksi itu sehingga keamanan dan ketertiban dapat terjaga.

“Dari pagi hingga selesai, kegiatan masyarakat menyampaikan aspirasi dapat berjalan dengan baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat kabupaten Mimika yang sudah menyampaikan aspirasi sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” Ungkapnya.

Dalam pembahasan undang-undang yang telah disahkan terbentuk 3 Provinsi baru di yaitu Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Pegunungan.

Pertama, Provinsi Papua Selatan dengan Kabupaten Merauke sebagai ibu kota mencakup Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat.

Kedua, Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota Nabire mencakup Kabupaten Nabire, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Intan Jaya.

Ketiga, Provinsi Papua Pegunungan dengan ibu kota Jayawijaya mencakup Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Nduga.

YM