as
as

Mensos Risma Jadi Bagian dari Orang Papua, Berhak Sandang Marga Numberi

Mensos RI Risma Marga Numberi
Mensos Tri Rismaharini dikukuhkan sebagai orang Papua oleh Kepala PLBN Iyan Numberi, Selasa (21/3/2023) sore dan berhak menggunakan marga Numberi / Foto : Biro Humas Kemensos RI

Koreri.com, Jayapura – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini mengunjungi Pos Batas Lintas Negara (PLBN) Skouw di Distrik Muara Tami, Kota  Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023) sore.

Kehadiran Mensos disambut oleh Kepala PLBN Iyan Numberi.

as

Siaran pers Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI yang diterima Koreri.com, Rabu (22/3/2023) menyebutkan dengan mengenakan pakaian adat khas Papua, Iyan memasangkan Mahkota Kasuari kepada Mensos.

Sebagai anak adat Saireri, ia mengukuhkan Mensos Risma sebagai orang Papua dan berhak menggunakan marga Numberi.

“Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang maha kuasa saya selaku anak adat dari Suku Saireri dan selaku Kepala Perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini mengangkat dan menobatkan Ibu Risma, Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari orang Papua dan berhak menggunakan marga Numberi,” katanya saat menerima Mensos di PLBN Skouw, Selasa sore (21/3/2023).

Sebagai orang Papua, Iyan meminta Mensos untuk membangun Papua, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat salah satu pulau terbesar di Indonesia itu.

“Sekarang Papua menjadi tanggung jawab Ibu. Ibu menjadi bagian orang Papua. Kalau daerah lain dibangun, bangun juga Papua seperti daerah lain,” pintanya.

Mensos memberikan perhatian besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang di tinggal di kawasan terluar, terdepan dan terpencil. Termasuk hal ini adalah sebagian wilayah Papua.

“Kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di kawasan 3T merupakan bentuk pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan. Termasuk saudara kita yang tinggal di perbatasan seperti Skouw,” kata Mensos.

Sejak didapuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial pada akhir 2020, Risma telah menelurkan berbagai program pemberdayaan untuk Papua. Di antaranya adalah pelatihan dan pembuatan kapal fiber di Papua.

Kemensos melatih pemuda Papua dari Mamberamo, Asmat, dan Jayapura untuk membuat kapal fiber.

Pelatihan ini dilakukan di ITS Surabaya dan di Universitas Cendrawasih. Jenis kapal fiber yang dibuat adalah kapal penangkap ikan dan kapal angkutan orang dan barang.

Tidak hanyak kapal fiber, Kemensos juga memberikan sepeda motor listrik e-Trail BangkITS Cendrawasih untuk angkutan barang, solar cell, dan membangun power house bagi masyarakat di Papua.

Kemensos juga membangun kompleks perumahan Rumah Sehat Doyo baru bagi korban banjir bandang di Sentani. Mensos juga membangun banyak lumbung sosial untuk ketahanan masyarakat Papua terhadap bencana.

Hal di atas hanya sederet dari banyaknya program Kemensos yang diberikan kepada masyarakat Papua.

Sejak menjabat, Mensos Risma sudah lebih dari 8 kali ke Papua, termasuk salah satunya ke Puncak Jaya.

Adapun PLBN Skouw Presiden Jokowi pada 9 Mei 2017 dan menjadi salah satu dari dua Pos Batas Negara yang terletak di Provinsi Papua. Saat berada di PLBN, Mensos melihat langsung perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.

Kunjungan ke PLBN Skouw merupakan salah satu agenda Mensos Risma di Bumi Cendrawasih. Sebelumnya, Mensos menghadiri peresmian Papua Youth Creative Hub oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, Mensos juga bertemu dengan pemuka agama dan para akademisi untuk melakukan review program dan membahas program lainnya di Papua.

RIL

as