Dankolakops TNI Apresiasi Masyarakat Lapor Keberadaan Pelaku Teror di Papua

Dankolakops TNI Apresiasi Masy laporkan KST

as

Koreri.com, Timika – Brigjen TNI J. O. Sembiring selaku Dankolaksops TNI menegaskan apa yang dilakukan oleh Tim Gabungan kolaborasi TNI, Polri, BIN, BSSN dan pemangku kepentingan lainnya dalam rangka proses pencarian Pilot Susi Air dan menciptakan situasi wilayah yang aman dan damai.

Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi masyarakat yang berani melaporkan keberadaan pelaku terror dalam hal ini anggota kelompok separatis teroris (KST) kepada aparat keamanan untuk segera dilakukan penindakan.

“Terimakasih kami sampaikan kepada masyarakat yang telah berani melaporkan terkait keberadaan para pelaku teror sehingga dapat dikembangkan oleh tim gabungan dengan mendapatkan hasil amunisi, senjata, peralatan komunikasi dan dokumen-dokumen,” ucapnya saat jumpa pers, di Timika, Senin (10/4/2023).

Sebelumnya, tim gabungan TNI – Polri menangkap Biasa alias Yamison Murib, anggota KST yang menjadi anak buah Numbuk Telenggen di Kampung Wako, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (5/4/2023) setelah adanya informasi dari masyarakat terkait keberadaannya.

Dari penangkapan itu sejumlah barang bukti turut disita dari tangan Biasa alias Yamison Murib.

Diantaranya, ada senjata rampasan dan penemuan yang merupakan senjata milik TNI yang berhasil diperoleh dari gerombolan teroris ini.

“Nanti akan kita kembalikan ke satuan,” janjinya.

Untuk itu, Dankolakops mengimbau masyarakat tidak boleh takut untuk melaporkan keberadaan KST.

“Bisa melaporkan secara langsung kepada aparat keamanan di wilayah masing-masing atau juga bisa menggunakan radio misalnya SSB yang ada di kampung atau distrik,” imbaunya.

Brigjen JO menegaskan pula bahwa tim gabungan mewakili negara akan hadir sampai ke pelosok dan daerah terpencil untuk bersama masyarakat membangun Papua.

“Para pelaku teror ini adalah penghambat pembangunan di Papua yang harus menjadi musuh bersama bagi siapa saja yang ingin Papua lebih maju lagi,” pungkasnya

PDC-17.

as