as
as

BI Papua Barat Usung Permata Dorong Potensi Daerah Berdaya Saing Global

IMG 20231118 WA0007

Koreri.com, Sorong – Peningkatan Eksport Papua Barat dan Papua Barat Daya yang Maju Berkelanjutan (Permata) merupakan tema yang dipilih Bank Indonesia (BI) ketika menggelar temu responden di Hotel Aston Sorong, Jumat (17/11/2023).

Kepala Perwakilan BI Papua Barat Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa BI sebagai bank sentral memerlukan data yang valid dan berkualitas untuk disimpan sebagai data negara yang berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

as

Hal itu dimaksudkan agar BI dapat menjalankan fungsi dan tanggungjawab dengan baik sesuai dengan amanat dan konstitusi undang undang.

“Temu responden ini menjadi momen sinergitas dan kolaborasi bagi BI dengan mitra baik dari pihak pemerintahan maupun para pelaku usaha yang merupakan kekuatan kita bersama,” tandas Rommy.

Berbicara tentang potensi ekonomi, Pemerintah Papua Barat Daya penuh dengan potensi dan keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.

“Jadi kalau diistilahkan, di atas tanah, di bawah tanah, diatas laut, dibawah laut dengan didukung oleh udara yang sehat. Itulah kekayaan yang mau dikembangkan karena ada potensi ekonomi besar,” bebernya.

Kaitannya dengan potensi dimaksud, semua insan yang mendiami tanah ini untuk mau mendorong aga potensi ini tidak hanya dilihat dan ditonton, tetapi keunggulan ini harus didorong untuk betul-betul menciptakan kemajuan bagi Provinsi PBD juga Papua Barat.

“Saya terus menyatakan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi tidak saja menjadi hiasan sebuah analisis atau makalah tetapi betul-betul mampu dirasakan dan dialami oleh setiap orang yang mendiami tanah ini. Dan itu bukan pekerjaan mudah,” cetus Rommy.

Ia menilai bahwa Pemerintah setempat kurang konsen tentang hal ini. Padahal visi besar yang dibangun Pemerintah bahwa tanah Papua Barat yang maju, yang cerdas dan yang kuat ekonominya.

“Bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak saja terkait dengan domestik tapi kita juga harus berpikir bahwa komoditi yang ada di tanah ini juga harus punya daya saing global,” tegasnya.

Temu responden menghadirkan 3 pembicara, yakni kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP Kelas C Sorong Iwan Kurniawan, Manager Departemen Pengelolan Kepatuhan dan Laporan (DPKL) BI Dicky Prihandana dan Deputi Kepala Kantor BI Papua Barat Roni Cahyadi dengan melibatkan instansi Pemerintah seperti Badan Pusat Statistik dan para pelaku usaha.

ZAN

as