Menhub RI Tinjau Bandara Baru Douw Aturure Nabire Jelang Peresmian

IMG 20231122 WA0039
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat menjemput Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di Bandara Baru Douw Aturure Nabire, Kampung Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (22/11/2023) / Foto: EHO

Koreri.com, Nabire – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan rombongan melakukan peninjauan bandara baru Douw Aturure, Kampung Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (22/11/2023) sore.

Rombongan Menhub disambut Sekda Papua Tengah Anwar H. Damanik, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Nabire serta Kepala UPBU Bandara Nabire.
Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Direktur Bandar Udara dan rombongan lainnya landing di bandara baru Douw Aturure pukul 16.40 WIT menggunakan pesawat jet jenis Cesna 700 Sitation Longitud dengan nomor penerbangan PK – CAA milik Kementerian Perhubungan Balai Kalibrasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara.

Peninjauan dimulai dari landasan pacu, ruang kedatangan, keberangkatan, lahan parkir kendaraan dan fasilitas penunjang lainnya.

Menhub dan rombongan melakukan peninjauan bandara jelang peresmian oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dijadwalkan peresmian bandar udara Douw Aturure Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah bersama dengan peresmian bandara Siboru, Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat yang dilakukan secara daring (zoom), Kamis (23/11/2022).

Manteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi didampingi Plh Sekda Papua, Anwar H. Damanik saat memberikan keterangan pers di lobby Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Rabu (22/11/2023) / Foto: EHO

Menhub dalam pernyataannya, mengatakan pembangunan bandara ini adalah kolaborasi antara Pemerintah pusat dan daerah. Dimana tanah lokasi bandara ini diberikan Pemda kepada Pemerintah pusat dan sudah dilakukan pembangunan baik terminal, room hingga runway.

Mengingat Nabire adalah ibukota Provinsi Papua Tengah maka bandara ini cukup representatif dengan bangunan cukup besar dan panjang runway baru 1.600.

“Tentu kita bisa perpanjang lagi runway ke depan,” tandasnya.
Aktivitas bandara ini memang sudah ada dan rutin baik dari Timika, Manokwari maupun dari Jayapura.

Menhub harapkan masyarakat makin ingin untuk menggunakan pesawat udara sehingga jumlah yang minat menggunakan alat transportasi udara itu meningkat.

“Saya menghimbau untuk melakukan efesiensi menggunakan pesawat udara nanti pada saat jumlah yang memadai maskapai kita berikan atau maskapai yang terbang.

Menhub juga mengharapkan bandara Nabire baru ini berguna bagi masyarakat.

Tampak Depan Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Rabu (22/11/2023) / Foto: EHO

“Dan salam juga dari Pak Presiden Joko Widodo, besok pagi akan diresmikan dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat dan kita nyatakan mulai beroperasi. Bahwa nanti operasi kapan, kami serahkan kepada Pemprov Papua Tengah untuk menyelesaikan beberapa hal yang perlu diselesaikan,” tandasnya.

Menhub menilai interaksi dari bandara Douw Aturure Nabire bagus sekali bahkan diatas rata-rata provinsi yang lain dan dibiayai dari APBN yang cukup tinggi hampir Rp700 miliar.

“Kalau di daerah lain itu hanya Rp 400 – 600 miliar tapi bandara Douw Aturure Nabire ini beruntung dapat satu pembangunan dari pemerintah pusat yang cukup besar. Dan runway akan menjadi 2 ribu sampai 2.500. Kami akan alokasikan dana APBN tapi tadi pak Sekda Papua Tengah sampaikan ada anggaran untuk perpanjang sampai 2.500,” bebernya.

Berkaitan dengan penerbangan ini terkait dengan hukum pasar, artinya apabila jumlah masyarakat yang terbang banyak maka otomatis pesawat akan datang terus ke Nabire.

“Saya yakin Pemda mempunyai satu komitmen yang baik. Semoga apa yang dilakukan Pemerintah pusat bersama Pemda Papua Tengah untuk selesaikan apa yang masih kurang,” pungkasnya.

Setelah melakukan peninjauan Menhub dan rombongan langsung take off kembali ke Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya pukul 17.30 WIT.

EHO

Exit mobile version