Koreri.com, Jayapura – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) I.S. Kijne Sborhonyi Jayapura akhirnya memiliki gedung gereja baru setelah 23 tahun jemaat itu berdiri.
Jemaat yang mula – mula hanya terdiri dari 28 orang dengan beribadah di tenda yang beratapkan terpal dengan mimbar yang berhiaskan daun kelapa itu berkembang pesat hingga kini sudah memiliki 600-an anggota jemaat.
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, Mth mengatakan saat ini jemaat GKI di tanah Papua semakin berkembang. Itu dibuktikan dengan pembangunan gedung-gedung gereja baru disetiap klasis salah satunya Minggu (1/12/2024) kemarin mereka meresmikan Gedung Gereja baru GKI I.S. Kijne Sborhonyi Klasis Port Numbay.
Terlepas daripada itu, kehidupan sekarang ini tidak dapat dipungkiri semua orang termasuk umat kristen harus berharapan dengan perubahan zaman.
Kondisi ini akan menguji iman seseorang apakah Ia mampu untuk setia dengan ajaran Yesus Kristus ataukah akan terpengaruh dengan pola kehidupan yang memodernisasi. Inilah yang akan menantang umat kristen terutama jemaat GKI di tanah Papua.
“Saya berharap Jemaat GKI di tanah Papua tidak terpengaruh dengan perubahan jaman, iman kita harus tumbuh setiap saat,” imbuhnya saat sambutan pada acara persemian Gedung Gereja baru GKI I.S. Kijne Sborhinyi.
Ia juga mengingatkan kepada jemaat GKI terlebih khusus jemaat GKI I.S. Kijne Sborhinyi agar kemegahan gedung gereja tersebut berbarengan dengan keteguhan iman.
“Jangan sampai saat persemian bangku gereja terisi penuh, lalu kedepan banyak bangku yang kosong, tidak boleh, kita harus tetap solid dan jaga kebersamaan ini dengan suka cita,” tuturnya.
Kembali Ia tegaskan bahwa ditengah arus perubahan, jemaat GKI harus tetap tumbuh dalam iman yang teguh. Jemaat GKI wajib mempertahankan integritas gerejanya secara baik sehingga polarisasi kehidupan akan berjalan secara baik.
“Silahkan zaman boleh berubah tapi iman kita tetap teguh pada ajaran Yesus Kristus,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua panitia pembangunan Gedung Gereja baru GKI I.S. Kijne Sborhonyi, Robert Betaubun, mengatakan gedung gereja itu dibangun sejak tahun 2021, memakan waktu kurang lebuh tiga tahun gedung tersebut dibangun dengan menghabiskan anggaran sekira Rp. 6 miliar rupiah.
“Saya atas nama ketua Panitia Pembangunan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membangun gedung gereja ini hingga hari ini boleh diresmikan,” tuturnya.
SAV
