Opini  

Opini : Membangun Jurnalisme Tanimbar, Momentum atau Formalitas?

PWI Tanimbar Agenda OKK2

Koreri.com, Saumlaki – Kabar tentang pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) pertama oleh PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi angin segar bagi dunia pers lokal.

Namun, di tengah euforia ini, pertanyaan besar muncul: apakah ini langkah strategis membangun jurnalisme yang kokoh di Tanimbar, atau sekadar rutinitas organisasi?

Sebagai syarat mutlak menjadi anggota muda PWI, OKK memang harus dipenuhi. Namun, substansi kegiatan ini harus lebih dari sekadar formalitas.

Ketika Plt Ketua PWI Simon Lolonlun menyatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi awal baru bagi jurnalis di Tanimbar, ia tidak hanya berbicara tentang prosedur, tetapi tentang tanggung jawab besar untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis lokal.

Profesionalisme yang Dipertaruhkan

Menariknya, pelaksanaan OKK ini digelar dengan berbagai dukungan, termasuk dari Inpex Blok Masela. Bahkan, mereka juga berkomitmen mendanai Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun depan.

Hal ini menunjukkan adanya harapan besar bagi penguatan kapasitas jurnalis di Tanimbar.

Namun, harapan ini harus diiringi dengan evaluasi. Seberapa jauh kegiatan seperti ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas dan integritas jurnalis?

Faktanya, dunia jurnalisme di Tanimbar masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga belum meratanya pemahaman tentang kode etik dan profesionalisme.

Dukungan Pemda yang memberikan fasilitas rumah sakit bergerak untuk menjadi sekretariat sementara PWI adalah langkah positif. Tetapi itu dinilai belum cukup jika tidak diikuti dengan pembenahan menyeluruh dalam organisasi.

Tantangan Internal dan Harapan Besar

OKK perdana ini, yang direncanakan berlangsung di Villa Bukit Indah Saumlaki, membawa simbol kebersamaan. Namun, apakah pelaksanaan kegiatan ini juga mampu menyatukan visi jurnalis lokal yang selama ini mungkin terpecah dalam argumen dan kepentingan?

Salah satu peserta rapat, Nikolaus Besitimur, menegaskan pentingnya berhenti membuang energi untuk adu argumen dan fokus pada pengembangan organisasi.

Tantangan internal ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal komitmen.

Menjadi anggota PWI bukanlah sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab untuk membawa jurnalisme yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Antara Momentum dan Formalitas

OKK pertama ini adalah kesempatan emas bagi PWI Tanimbar untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi rumah besar jurnalis yang benar-benar memajukan pers di wilayah ini. Jika kegiatan ini hanya menjadi rutinitas tanpa substansi, maka ia akan kehilangan esensinya.

Sebaliknya, jika OKK dimanfaatkan untuk membangun fondasi yang kuat bagi jurnalisme di Tanimbar, ini bisa menjadi momentum besar. Jurnalis bukan hanya penyampai berita, tetapi juga penggerak perubahan sosial. Maka, pelaksanaan OKK harus menjadi lebih dari sekadar memenuhi syarat administrasi.

Di ujung perjalanan, jurnalis Tanimbar harus bertanya: apakah kita benar-benar ingin menjadi lebih baik, atau hanya ingin dianggap ada? Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan masa depan pers di daerah ini.

NKTan

Exit mobile version