Kritikan YLBH Papua Tengah Dijawab, Ini Klarifikasi DPRK Mimika

Ketua sementara DPRK Mimika H. Iwan Anwar / Foto : Ist
Ketua sementara DPRK Mimika H. Iwan Anwar / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika mengklarifikasi kritikan keras dari YLBH Papua Tengah terkait “Pilih Kasih” dalam membantu korban kebakaran di wilayah itu belum lama ini.

Hal itu disampaikan Ketua sementara DPRK Mimika H. Iwan Anwar.

“Pertama saya sampaikan bahwa kami DPR Kabupaten Mimika tidak alergi terhadap kritikan karena setiap orang punya hak untuk mengkritisi. Tapi kritik harus profesional,” ungkapnya saat menghubungi Redaksi Koreri.com, Jumat (10/1/2025).

Kedua, kata Iwan, apa yang disampaikan YLBH Papua Tengah bahwa DPR tidak turun ke lokasi kebakaran di gang Masbait Nawaripi tanggal 4 Januari 2025 itu situasinya karena masih libur.

“Jadi, tanggal 4 Januari itu DPR Kabupaten Mimika belum masuk kantor karena masih libur sementara insiden kebakaran itu terjadi tanggal 4 Januari di Nawaripi. Jadi terkait informasi kebakaran di Nawaripi secara keseluruhan, kami tidak tahu,” akuinya.

Sementara saat kebakaran yang terjadi di Jalan Yos Sudarso depan Jayanti, Kamis (9/1/2025) kemarin itu pihaknya sementara duduk di kantin DPRK Mimika.

“Pada saat kejadian itu, kami ada kurang lebih 5 anggota DPR yang sementara di kantin dan saya bilang ayo kita turun ke lokasi kebakaran secara spontan lihat bagaimana kita punya masyarakat,” jelasnya.

Lima orang yang turun ke lokasi kebakaran itu secara spontanitas melihat kebutuhan di sana dan kondisinya sangat memprihatinkan dimana korban kebakaran hanya menggunakan pakaian di badan dan tidak ada makanan.

“Jadi, kami pulang ke kantor minta tolong kepada Sekretariat kalau bisa disiapkan bahan logistik. Itupun kantor cari pinjamam dulu karena kita belum menjalankan APBD. Kita pinjam dulu anggaran tapi nilainya tidak besar tidak sebanding dengan kerugian yang dialami para korban,” beber Iwan Anwar.

Selain itu, di DPRK Mimika tidak memiliki dana taktis untuk memberikan bantuan bencana alam dan kebakaran karena itu adanya di Dinas Sosial.

“Kami pun sudah cek dan diinformasikan bahwa Dinas Sosial Mimika sudah membantu korban kebakaran di Nawaripi pada tanggal 4 Januari 2025 di hari terjadi kebakaran,” sambungnya.

Olehnya itu, Iwan Anwar mengaku sangat menyayangkan komentar Direktur YLBH Papua Tengah Yoseph Temorubun.

“Tentu kami sangat menyayangkan komentar beliau yang juga seorang advokat yang bisa memancing unsur sara dengan menyatakan suku itu tidak boleh. Seorang advokat yang memahami aturan hukum coba berbicara secara universal,” sesalnya.

“Kalau memang statement soal kita tidak usah di pilih lagi 5 tahun kedepan itu tidak ada masalah. Tapi masalah begini jangan berkomentar yang bisa menimbulkan multitafsir dan provokasi orang lain bahwa seolah-olah DPR Kabupaten Mimika tidak adil,” imbuh Iwan Anwar.

Ia menegaskan bahwa DPRK Mimika tidak anti kritik.

“Bagi kami kritik boleh saja asal jangan sampai ada mengandung unsur sara dan provokatif dalam komentar itu,” tegasnya.

Sekali lagi sebagai pimpinan DPRL Mimika, pihaknya sangat menyayangkan statemen Direktur YLBH Papua Tengah yang sangat provokatif sekali seolah-olah pemberian bantu tersebut mendasari karena sukuisme.

“Padahal korban kebakaran di Jayanti Sempan itu ada beberapa suku bukan hanya suku tertentu. Jadi, DPRK Mimika sama sekali tidak pilih kasih dalam melihat korban kebakaran. Yang jelas kita tidak alergi kritik selama itu proporsional karena memang DPR harus dikritik jika ada hal yang tidak sesuai,” pungkasnya.

EHO

Exit mobile version