Kasus HIV/AIDS di Kota Jayapura Capai 1278 Sepanjang 2024, Tertinggi di 2 Kelurahan Ini

Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

Koreri.com, Jayapura – Kasus penyebaran HIV/AIDS di kota Jayapura meningkat drastis.

Dinas Kesehatan Kota Jayapura mencatat terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan sekitar 8.864 kasus hingga Desember 2024 lalu.

Kepala Dinkes Kota Jayapura Ni Nyoman Sri  mengatakan tren ini terus meningkat sejak ditemukannya pertama kali di daerahnya.

Salah satu pemicu melonjaknya angka kasus ini diakibatkan oleh maraknya pekerja sex terselubung  (Michat) yang menjamur di kota Jayapura.

“Total kasus baru per tahun 2024 yang ditemukan oleh petugas lapangan Dinas Kesehatan Kota Jayapura yang bermitra dengan Yayasan PKBI dengan melakukan screaning  sebanyak 1278,” ungkap Ni Nyoman di ruang kerjanya.

Ia menambahkan sebarannya terdapat di kampung dan kelurahan yang ada di wilayah itu.

“Sebaran tertinggi kasus HIV/ AIDS terdapat di kelurahan Waena dan Ardipura, Ini dipicu oleh maraknya pekerja seks terselubung yang berdomisili di kawasan tersebut.

“Ditempat lain juga ada tapi tidak seekstrim di dua kelurahan tersebut. Ini berdasarkan data screaning di lapangan yang dilakukan oleh PKBI dan petugas lapangan P2P Dinas Kesehatan Kota Jayapura,” ujarnya

Diketahui hingga tahun 2024 kasus HIV/ AIDS di kota Jayapura mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

Total Penderita yang terinfeksi  HIV sebanyak 895 sementara positif AIDS sebanyak 383. Sementara pasien TB Positiv HIV di tahun 2024 mencapai 106 pasien. Dan Ibu Hamil yang positiv HIV 110.

Menurutnya hal ini menjadi pekerjaan ekstra bagi dinas dan pihak terkait untuk terus menekan angka Trend HIV/AIDS di kota Jayapura yang menjadi ibukota provinsi Papua.

“Karena sulit sekali rasanya meredam permasalahan seks bebas mengingat maraknya pekerja seks  yang bekerja melalui media sosial,” sambungnya.

Dirinya berharap meski jumlahnya meningkat namun kasus penyebarannya tidak terus melonjak.

“Masyarakat harus perduli dengan kesehatan dirinya dengan tidak berganti ganti pasangan, Rutin untuk melakukan screaning setiap 6 bulan sekali di fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

SAV

Exit mobile version