Begini Penilaian Tokoh Adat Papua Barat Soal Program MBG

Foto Ist
Foto : Istimewa

Koreri.com, Manokwari – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming dalam memimpin Indonesia periode 2024 – 2029.

Dukungan terhadap program tersebut pun datang dari berbagai kalangan.

Diantaranya, tokoh-tokoh adat dan keagamaan di Papua Barat menyambut baik pelaksanaan program MBG ini sebagai langkah nyata Pemerintah dalam memenuhi hak dasar generasi muda, khususnya di wilayah Papua.

Program yang menjadi salah satu prioritas nasional ini dinilai mampu memperbaiki kualitas hidup anak-anak Papua dan memperkuat masa depan mereka melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Papua Barat (PGGPB) Pdt. Daniel Sukan, menyampaikan bahwa program MBG memiliki maksud dan tujuan mulia dalam menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya di bidang pangan dan gizi.

Ia meyakini, MBG dapat mendorong terciptanya generasi Papua yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

“Program MBG dapat menjadikan anak-anak Papua memiliki cukup gizi sehingga memiliki masa depan yang lebih baik. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda Papua,” ungkap Pdt. Daniel.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya pelaksanaan MBG secara berkelanjutan serta mempertimbangkan kearifan lokal dalam proses distribusi.

“Program ini harus dijalankan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai lokal agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan di wilayah penyaluran,” tambahnya.

Dukungan terhadap program MBG juga datang dari Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Melbianus Raymond Mandacan.

Saat melakukan kunjungan ke Kelurahan Manggoapi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, ia menyatakan bahwa MBG sangat bermanfaat bagi pelajar, khususnya di daerah Pegunungan Arfak yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan daerah, termasuk program MBG yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini sangat membantu pelajar di daerah-daerah yang masih kekurangan,” kata Melbianus.

Ia juga menambahkan bahwa MRP Papua Barat akan segera melakukan sosialisasi terkait program MBG, pendidikan gratis, dan kesehatan gratis, setelah anggaran dari Sekretariat MRP turun.

Melbianus berharap seluruh program sosial ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak-pihak yang mencoba memprovokasi masyarakat.

“Kami ingin pastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang bisa menghambat penerimaan program,” tuturnya.

Para tokoh ini menilai MBG bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi simbol komitmen negara dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesetaraan pembangunan bagi masyarakat Papua, terutama generasi mudanya.

RLS

Exit mobile version