Sikapi Masalah Banjir di SD Inpres 27 dan 41, Ini Instruksi Kadisdik Kota Ambon

Banjir di SD Inpres 27 41 Ambon

Koreri.com, Ambon – Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda Kota Ambon beberapa waktu belakangan ini.

Akibatnya, banjir melanda beberapa kawasan di wilayah itu.

Sejumlah sekolah pun merasakan dampaknya seperti SD Inpres 27 dan SD Inpres 41 Kota Ambon.

Menyoroti itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Drs. Ferdinandus F. Taso, M.Si pun angkat bicara.

“Jadi dua sekolah ini bukan sebagai penyebab terjadinya banjir tetapi mereka yang menerima dampaknya saja,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (26/5/2025).

Dikatakan Kadis, karena posisi sekolah lebih rendah dari jalan sehingga hal itu membuat air masuk ke areal dua sekolah tersebut.

Persoalan lainnya, kondisi selokan tidak terlalu besar juga sudah dipenuhi tanah dan sampah, sehingga tidak berfungsi dengan baik.

“Jadi itu yang jadi masalah utamanya,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Kadis, langkah pertama harus dilakukan oleh pihak sekolah.

“Paling tidak dari sekolah sendiri yang harus menaikan tembok sedikit di depan atau di dalam areal sekolah saja untuk mengurangi genangan air dari jalan masuk ke sekolah,” imbuhnya.

Apalagi sambung Kadis, di belakang sekolah tersebut terdapat lubang yang biasa sebagai jalur air dialirkan ke belakang. Hanya saja, saluran itu masuk ke permukaan tentara.

“Ternyata informasi yang kita dengar itu, di belakang pas masuk ke perumahan tentara itu tidak ada gotnya sehingga akan menimbulkan masalah baru bagi rumah yang dibelakang,” sambungnya.

Kadis mengaku, kewenangan di sekolah hanya sebatas itu. Sementara soal selokan atau got itu paling tidak meminta partisipasi warga masyarakat sekitar.

“Seperti misalnya, membersihkan sampah sekaligus selokannya, yang paling penting itu disitu. Soal melebarkan selokan itu bukan tanggung jawab Pemerintah. Itu nanti dari dinas teknis yang berkaitan dengan itu. Lantaran itu pekerjaan besar dan bukan pekerjaan yang dilakukan waktu dekat,” tuturnya.

Kadis kembali menekankan, bahwa sekolah hanya bisa menaikan tembok sedikit supaya mengurangi air masuk ke areal sekolah. Karena dua sekolah ini hanya menerima dampaknya saja.

Menurutnya, untuk pemberdayaan sekolah bisa dengan dukungan orang lain.

“Kalau di depan kita tidak butuh biaya besar, cuma kesana mungkin menggunakan pasir, tela dan semen sebagaimana kita tinjau langsung kemarin di kedua sekolah tersebut. Hanya saja di sebelah kiri sudah tinggi. Di depan jalan itukan lahan sekolah, kalau misalnya bertahap dulu itu bisa Panjang,” tambahnya.

Kadis kemudian mendorong, pimpinan SD Inpres 27 dan SD Inpres 41 Ambon dapat menggunakan dana BOS.

“Dana bisa dialokasikan untuk memperbaiki jalan masuk ke dalam lingkungan sekolah sehingga air tidak masuk lagi di dalamnya,” pungkasnya.

BKL

Exit mobile version