Koreri.com, Kasonaweja – Massa pendukung pasangan calon nomor urut 1 BTM – CK melakukan aksi demo di kantor Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Sabtu (16/8/2025) sore.
Massa mendesak penyelenggara tingkat PPD kembalikan suara BTM-CK di TPS 01 Kampung Eri, Distrik Mamberamo Tengah Timur yang dihapus pakai Tipe-X.
Ketua Dewan Adat Mamberamo Raya Albert Bilasi, mengaku sangat kecewa sekali.
“Karena akibat kericuhan yang terjadi ini membuat mereka satu kampung, adik kaka, om bapa semua turun konflik. Maka dari itu saya anggap bahwa penyelenggara PSU di Kabupaten Mamberamo Raya ini gagal karena kalua sampai terjadi pembunuhan di sini, siapa yang bertanggung jawab,” kecamnya.
Albert menuding salah satu oknum penyebab kisruh dalam satu kampung ini adalah mereka yang bermain. Ia kemudian menyebut salah satunya anggota DPRP Papua dari Partai Golkar (Redaksi sengaja tidak menuliskan identitasnya).
“Maka itu saya minta kepada Komarudin Watubun untuk segera melaporkan kejadian ini kepada Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP dan Megawati lanjutkan kepada Presiden Prabowo supaya oknum-oknum seperti politisi Golkar ini harus diproses hukum. Karena sampai terjadi masalah begini siapa yang mau bertanggungjawab? Saya lihat tadi masalah sudah anarkis,” desaknya.
Maka itu Albert meminta segera dari PDI-P mengambil alih masalah yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya ini.
Kronologi kecurangan yang menyebabkan kericuhan ini terkait dengan hilangnya suara paslon BTM-CK di kampung Eri dan tujuh kampung lainnya.
Suara paslon BTM-CK di kampung Eri itu sebanyak 310 suara. Sedangkan pasangan MARI-YO raih sekitar seratus lebih suara.
Tapi yang terjadi di pleno PPD Mamberamo Tengah Timur di kantor Distrik kasonaweja terjadi pengurangan suara pasangan BTM-CK.
C Plano sudah di Tipe-X dan ada penambahan suara di Paslon MARI-YO dan jumlahnya melambung sampai empat ratus lebih.
Akhirnya terjadi kericuhan antara pendukung Paslon 01 dan 02.
“Saya sebagai Dewan Adat sangat sayangkan ini karena masyarakat tidak tahu apa-apa terjadi bentrok sementara orang yang punya uang pulang lipat tangan di Jayapura,” kecamnya.
Untuk itu, Albert meminta dengan tegas oknum Politisi Golkar dimaksud segera diproses dan suara BTM-CK di 7 kampung harus dikembalikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan .
“Karena suara paslon BTM-CK tidak bisa dibeli dengan uang jadi harus dikembalikan,” pungkasnya.
Senada ditegaskan pendukung BTM-CK, Nas Alle, bahwa penyelenggara PPD Mamberamo Tengah Timur harus kembalikan suara BTM-CK yang dicuri dengan cara ditipe-x .
“Kami tim BTM-CK tadi cuma hura-hura dan teriak kembalikan suara yang dicuri tapi pendukung MARI-YO tidak terima akhirnya ricuh,” kata Nas Alle saat mediasi bersama Kapolres dan Dewan Adat.
Nas menegaskan teman-teman pendukung BTM-CK tidak ribut tapi hanya butuh keadilan.
“Negara kita negara hukum dan demokrasi sehingga kami butuh keadilan namun pendukung MARI-YO tidak terima sehingga kedua pendukung konflik. Maka saya minta Kapolres Mamberamo Raya sebagai penegak hukum tolong tegakkan aturan sehingga yang salah tetap salah dan benar nyatakan benar,” desaknya.
“Kami minta tegakkan hukum yang benar, kembalikan suara yang dicuri. Kalau suara sudah dikembalikan maka saya rasa tidak ada masalah lagi,” pungkas Nas.
NAP
