Koreri.com, Sorong – Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras untuk wilayah Papua Barat Daya masih tersedia hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Jadi stoknya Bulog saja masih ada 3,8 juta ton, jadi aman untuk stok nasional,” tegas Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Rahmdhani saat dikonfirmasi awak media di Kota Sorong, Kamis (30/10/2025).
Dikatakan, pagunya bermacam-macam dimana untuk pagu berasnya berapa yang terkirim? Begitu pula dengan pagu minyaknya dan pagu gula yang terkirim.
“Biasanya tergantung kebutuhan dari masing-masing kabupaten/kota,” sambungnya.
Bahkan lanjut Rizal, kebutuhan tersebut mulai Oktober dan November ini sudah didorong dua kali lipat dari kebutuhan bulanannya.
“Sehingga nantinya jelang Desember hingga Tahun Baru, stok beras tidak ada yang langkah dan aman semua,” lanjutnya.
Sementara untuk gula dan minyak, BULOG menunggu DO dari Kementerian Perdagangan RI.
“Karena kita tidak mengelola sendiri, jadi gula dan minyak dapat DO dari Kementerian Perdagangan dalam bentuk DMO dari masing-masing pengusahanya atau produsen minyak yang di Indonesia. DMO itu seperti surat perintah dapat berapa persen,” jelasnya.
Rizal mengakui untuk pasokan beras ke Papua Barat Daya didatangkan dari Sulawesi Selatan secara bertahap.
“Karena kapalnya tidak bisa langsung dari Jakarta ke Sorong, mungkin juga nggak tahan kapalnya sehingga biasanya mampir dulu ke Sulawesi,” akuinya.
Rizal menambahkan saat ini sedang proses akan terbangunnya satu juta hectar.
“Nanti kalau memang sudah diatas kira-kira mencapai 400 ribu hektar, mungkin nanti sudah bisa mengcover se-Tanah Papua, beras yang ada di Merauke,” pungkasnya.
KENN
