Tinjau Kawasan Pelabuhan Usaha Mina Sorong, Begini Penjelasan Perindo

Rizal Umarella PLt Peirindo Sorong
Plt. Direktur Utama PT Perindo Rizal Umarella / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong- Pimpinan dan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI) mengunjungi kawasan pelabuhan Usaha Mina yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan perikanan di kawasan Indonesia Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (30/10/2025).

Rombongan disambut langsung Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Wali Kota Sorong Septinus Lobat, serta Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim.

Dalam peninjauan itu, Tim Komisi IV mendapatkan penjelasan dari Plt Direktur Utama PT Perikanan Indonesia (Perindo) Rizal Umarella terkait kondisi terkini kawasan Pelabuhan Usaha Mina Sorong yang kini tengah dalam masa pemulihan setelah bertahun-tahun mengalami penurunan aktivitas.

“Perindo Sorong ini luas lahannya hampir 6 hektar. Namun karena perusahaan sempat masuk dalam masa PKPU, banyak aset dan kegiatan yang tidak berjalan optimal. Kami baru bergabung awal tahun ini, dan ditugaskan untuk menghidupkan kembali kawasan ini,” jelasnya.

Rizal menuturkan, Pelabuhan Usaha Mina Sorong sejak lama dikenal sebagai poros utama perikanan di Indonesia Timur. Sejak berdiri pada tahun 1973, kawasan ini menjadi perhatian Pemerintah pusat.

Kendati demikian, berbagai persoalan seperti salah tata kelola, dampak krisis ekonomi 1998, hingga kebakaran dan pengurangan besar-besaran pegawai pada 2024 lalu membuat aktivitas perikanan di kawasan tersebut menurun drastis.

“Dulu kami punya 600 karyawan, sekarang hanya tersisa 150 orang. Di cabang Sorong saja, dari 59 orang kini tinggal 12. Banyak fasilitas rusak, mulai dari unit konstruksi tonase 200 ton, dua unit UPI, hingga satu pabrik es. Semua perlu diperbaiki,” imbuhnya.

Untuk itu, Rizal mengaku pihaknya telah menyiapkan rencana revitalisasi besar-besaran pada 2026, termasuk penambahan investasi untuk perbaikan doking, penyediaan es bagi nelayan, serta perbaikan kapal ikan.

“Kami akan mulai dari yang ada dulu. Targetnya, semua fasilitas bisa kembali beroperasi agar kawasan ini menjadi titik pertumbuhan perikanan di Sorong seperti dulu,” harapnya.

Kunjungan Komisi IV DPR RI ini diharapkan dapat mendorong dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat agar revitalisasi sektor perikanan di Papua Barat Daya bisa segera terwujud.

Dengan potensi sumber daya laut yang melimpah, Sorong diyakini mampu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi maritim dan perikanan nasional di kawasan timur Indonesia.

KENN

Exit mobile version