Koreri.com, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H menyoroti perubahan rute penerbangan maskapai dari Bandara I Gusti Ngurarai ke Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.
Agustinus menyampaikan keprihatinan dan protes atas berubahnya rute penerbangan sejumlah maskapai.
Salah satunya maskapai Garuda yang awalnya melayani penerbangan Bali – Sorong atau Bali via Makasar – Sorong.
“Perubahan rute penerbangan yang mulai jarang ini akan menggangu target eko turisem kita. Target 14 juta pengunjung hanya akan terpusat di Bali dan Lombok saja,” klaim Agus dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Sabtu (31/1/2026).
Garuda dan Pelita Air sebagai maskapai Pemerintah harus bisa melayani seluruh Indonesia, khususnya mengintegrasikan pariwisata Bali, Sorong dan Raja Ampat.
Sektor pariwisata merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dan ekonomi berbasis pariwisata Indonesia sangat di dukung oleh transportasi udara sebagai penghuhubung utama.
“Makan, Menteri Pariwisata dan Menteri Perhubungan harus berkolaborasi mengatur ini,” desaknya.
Senator ARK juga mengeluhkan soal integrasi sektor hingga soal kemahalan tiket yang masih menjadi kendala utama. Penerbangan ke Papua khusus untuk pesawat Pemerintah tembus hingga harga Rp8 juta.
“Ini bentuk ketidakadilan harga dan akses,” protesnya.
RED
