Koreri.com, Ambon – Wali Kota Bodewin Wattimena menghadiri pembukaan Persidangan ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon yang dilaksanakan di Jemaat GPM Mesirilalih, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (15/2/2026).
Persidangan mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jemaat usai ibadah Minggu.
Wali Kota dalam sambutannya menyempaikan Pemerintah Kota Ambon mengucapkan terima kasih atas kesempatan hadir dalam berbagai persidangan gerejawi.
Pemerintah bertugas meningkatkan kecerdasan intelektual masyarakat, sementara peran gereja dan lembaga keagamaan lainnya sangat penting, dalam membangun kecerdasan spiritual dan emosional.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia membutuhkan dukungan dari seluruh pihak termasuk gereja.
Ia menjelaskan, bahwa Kota Ambon pada 2026 ini menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat, akibat pengaruh global dan nasional yang berdampak pada keterbatasan fiskal.
Untuk itu, Wali Kota mengajak gereja untuk membantu menjaga ketahanan pangan dengan menggerakkan keluarga umat untuk menanam, melaut, beternak dan memasarkan hasil produksinya.
Selain itu, Pemerintah fokus pada pengembangan UMKM dengan tiga titik pengembangan di RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan Amahusu, menyediakan booth kontainer, etalase, serta bantuan modal usaha sebesar dua juta rupiah per orang, dan berharap kolaborasi dengan gereja agar program tepat sasaran.
Selain itu, masalah sampah menjadi persoalan utama yang telah menjadi arahan khusus Presiden, sehingga pemerintah sedang meningkatkan kapasitas dengan menyusun regulasi dan menggunakan teknologi untuk pengolahan sampah.
Wali Kota mengajak seluruh jemaat untuk terus mengingatkan umat, agar membuang sampah pada tempatnya dan pada waktunya.
Apalagi beberapa waktu ke depan akan diluncurkan Gerakan Ambon Bersih, Asri, Hijau dan Nyaman yang akan diwujudkan melalui kerja bakti bersama.
Wali Kota menegaskan, bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai secara individu, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Persidangan Klasis ini bertepatan dengan periode pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025-2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025-2029 dengan visi Ambon Manise, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan.
Dia lantas membeberkan beberapa capaian pembangunan yang telah dicapai Kota Ambon, antara lain pengembangan 779 sambungan air bersih dengan 707,9 sambungan baru di Negeri Halong dan Passo, serta perbaikan jaringan sepanjang 2.000 meter, pembelian 3 ton sampah plastik dari masyarakat untuk didaur ulang dalam rangkaian HUT kota, penataan 27 ruas parkir dan penertiban parkir di bahu jalan, bantuan modal usaha bagi 650 pelaku UMKM.
Kemudian pembentukan 50 Koperasi Merah Putih, penerbitan izin melalui Online Single Submission untuk 6.583 pelaku usaha, pembangunan Mal Pelayanan Publik, yang akan beroperasi awal tahun 2026, serta penetapan Ambon sebagai Kota Kreatif Musik dengan peringkat Excellent oleh UNESCO.
Selain itu, telah diluncurkan Call Center 112 untuk layanan darurat, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah membentuk 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan 33.228 penerima manfaat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak, yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon, dalam membangun kota yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya.
JFL
