Koreri.com, Manokwari – Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Cheroline Chrisye Makalew, S.P menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), agen minyak tanah dan agen gas di wilayah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Kamis (26/2/2026).
Sidak yang merupakan kegiatan rutin wakil rakyat di Senayan ini sebagai bentuk pengawasan dari mitra kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Dalam sidak itu, Cheroline Makalew hendak memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah mencukupi untuk digunakan masyarakat di Provinsi Papua Barat.
Anggota Fraksi NasDem DPR RI daerah pemilihan Provinsi Papua Barat saat sidak didampingi pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengunjungi dua SPBU PSO, kemudian tiga agen minyak tanah dan dua agen elpiji atau gas.
Sebelum sidak ke SPBU dan agen BBM serta Gas, Legislator Senayan asal Partai NasDem itu mendatangi Depot Pertamina Manokwari untuk memastikan stok yang tersedia.
Pihak PT Pertamina memastikan bahwa stok BBM dan Gas Elpiji sangat cukup untuk menghadapi bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.
“Kami juga memastikan langsung ke agen-agen minyak tanah, dan mereka menyampaikan ketersediaan aman, namun untuk gas Elpiji kami menemukan kondisi yang berbeda,” ucap Cheroline Makalew kepada Koreri.com usai melaksanakan sidak.
Dijelaskan, terdapat dua distributor di mana gudang pertama stoknya terbatas, sementara di gudang kedua stoknya sudah habis.
Meski demikian, pihak distributor menyampaikan bahwa pasokan akan kembali normal setelah kapal pengangkut tiba pada tanggal 27 Februari 2026.
Artinya, secara proyeksi, kebutuhan hingga Lebaran diperkirakan tetap tercukupi. pada periode ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat baik untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, maupun untuk pelaku UMKM yang berjualan sangat bergantung pada gas dan minyak tanah.
“Kami juga melakukan pengecekan di dua SPBU berstatus PSO. Hasil pemantauan menunjukkan antrean panjang yang sebelumnya terjadi kini sudah tidak terlihat. Kondisi ini patut disyukuri karena distribusi sudah mulai berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Politisi NasDem ini juga menegaskan bahwa ada satu hal penting yang harus segera ditindaklanjuti, yakni surat permintaan tambahan kuota dari Pemerintah daerah kepada BPH Migas.
Menurut mantan Anggota DPRK Manokwari itu bahwa permintaan tambahan kuota ini sebenarnya sudah disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada November 2025 lalu di Jakarta bersama Wakil Bupati Manokwari.
“Saya juga telah mengingatkan kembali sebelum kembali ke Jakarta, bahkan sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur agar turut memberikan dukungan melalui surat dari provinsi agar tambahan kuota sebesar 15 KL tersebut perlu ditetapkan secara permanen,” sahutnya sembari mengatakan masih menunggu jawaban Pemda.
Pasalnya, tanpa adanya surat resmi dari Pemda ke BPH Migas maka kuota tambahan ini kemungkinan hanya berlaku sampai Juni atau Juli. Karena itu, Cheroline terus mendorong agar surat tersebut segera diterbitkan.
“Perlu dipahami bahwa sebagai perwakilan rakyat di Komisi XII, kami hanya dapat mendorong dan memfasilitasi tetapi permintaan resmi tetap harus diajukan oleh Pemkab Manokwari.
Bahkan pihak Pertamina sendiri telah menyampaikan bahwa mereka sudah meminta surat tersebut kepada Pemda Kabupaten Manokwari, namun masih menunggu penjadwalan dan tindak lanjut.
“Kedepan, kami akan terus melakukan pengawasan rutin, khususnya menjelang momen-momen besar seperti Ramadan dan Idul Fitri, untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” pungkasnya.
KENN
