Koreri.com, Ambon – Peringatan Milad ke-24 DPW PKS Maluku tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum peluncuran gerakan nyata di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Dari halaman Kantor DPW PKS Maluku, Minggu (17/5/2026), partai tersebut resmi meluncurkan Gerakan Menanam Secara Massal dan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal.
Peluncuran gerakan ini sejalan dengan tema milad “Berdaya”, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi rakyat melalui usaha kecil, pemanfaatan potensi lokal serta peningkatan kemandirian masyarakat.
Sambutan Ketua DPW PKS Maluku yang dibacakan Sekretaris Umum DPW, Jalil Renyaan, menegaskan bahwa Milad ke-24 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum transformasi gerakan menghadapi tantangan masa depan.
Mengawali sambutannya, Renyaan membacakan pantun yang disambut hangat para peserta.
“Pergi ke Tulehu beli lepat,
Makan bersama si buah hati.
Selamat Milad yang ke-24,
Semoga PKS tetap di hati.”
Dalam pidatonya, dirinya menyampaikan bahwa fokus utama milad kali ini diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis usaha kecil, gerakan pangan lokal dan pemanfaatan energi terbarukan.
“Fokus utama milad kali ini adalah penguatan ekonomi berbasis usaha kecil, gerakan pangan lokal, dan dorongan energi terbarukan. Kita dorong kader dan masyarakat membangun kemandirian ekonomi melalui UMKM, memproduksi pangan lokal dari sekitar kita, serta melakukan penghematan energi dan memanfaatkan energi terbarukan,” ujarnya.
Menurutnya, Maluku memiliki sumber daya pangan yang melimpah, terutama sagu dan berbagai komoditas lokal lainnya yang perlu dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Karena itu, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan yang tersedia untuk gerakan menanam secara lebih masif.
Momentum tersebut sekaligus menandai pembukaan “Pasar Kita Semua”, yang diharapkan menjadi wadah pemasaran hasil tani dan produk lokal masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Melalui gerakan ini, PKS Maluku berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa kemandirian pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.
RLS
