Bunda Lisa Lepas 38 Siswa TK Negeri 1 Ambon, Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

LIsa Wattimena Lepas 38 Siswa TKN 1 Ambon 1

Koreri.com, Ambon – Bunda PAUD Lisa Wattimena, menghadiri kegiatan pelepasan dan penamatan peserta didik TK Negeri 1 Ambon Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengusung tema “Langkah Kecil Hari Ini Menuju Mimpi Besar Esok Hari”.

Kegiatan yang berlangsung di KFC Amplas, Kota Ambon, Sabtu (20/6/2026) itu menjadi momen penuh haru bagi 38 peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Kehadiran Lisa Wattimena dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya sebagai Bunda PAUD Kota Ambon dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

Sejak dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa terus mengampanyekan pentingnya pendidikan usia dini dalam mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Bunda Lisa menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat untuk mengajarkan anak membaca, menulis, dan berhitung, melainkan ruang untuk membangun karakter, mental, dan kemampuan sosial anak sejak usia dini.

“Pendidikan anak usia dini bukan hanya berlangsung di lembaga pendidikan, tetapi juga di rumah. Jangan sampai kita mengabaikan hal ini, karena PAUD adalah fondasi awal pendidikan mental, karakter, dan intelektual anak,” ujarnya.

Menurut Lisa, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa tujuan utama memasukkan anak ke PAUD adalah agar anak cepat mampu membaca dan menulis.

Padahal, yang terpenting adalah membangun kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya melalui pembentukan karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.

“Di lembaga PAUD kita tidak mengajarkan anak supaya cepat membaca dan menulis. Yang kita lakukan adalah menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan anak, membentuk mental dan karakter mereka, menstimulasi perkembangan kognitif, serta mengajarkan bagaimana mereka bersosialisasi dengan lingkungan,” jelasnya.

Lisa menjelaskan bahwa proses pembelajaran di PAUD dilakukan melalui metode bermain sambil belajar, sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan tahapan usianya tanpa tekanan akademik yang berlebihan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan stimulasi perkembangan, pembentukan karakter, serta kesiapan transisi menuju pendidikan dasar.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar.

“Kita berharap tidak hanya lembaga pendidikan yang berperan, tetapi orang tua juga membantu menstimulasi anak dengan baik di rumah. Dengan begitu mereka benar-benar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” katanya.

Lebih lanjut, Lisa menegaskan bahwa salah satu tujuan utama PAUD adalah mempersiapkan anak agar mampu beradaptasi ketika memasuki bangku Sekolah Dasar.

“Ketika masuk SD mereka tidak canggung, tidak takut, lebih percaya diri, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lisa juga mengajak para orang tua menjadi agen perubahan dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini, khususnya bagi anak-anak berusia 0 hingga 6 tahun.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Kepala TK Negeri 1 Ambon, para guru, serta seluruh orang tua yang selama ini telah mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Menurutnya, para guru PAUD memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan cinta tanah air sejak usia dini.

“Guru-guru hebat ini telah menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak kecil. Mereka harus bangga menjadi anak Indonesia dan bangga menjadi orang Ambon,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai program penguatan karakter dan kebangsaan yang terus didorong dalam pendidikan anak usia dini di Kota Ambon.

Menutup sambutannya, Lisa mengajak seluruh orang tua untuk terus mendukung cita-cita dan potensi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu membawa nama baik Kota Ambon di masa depan.

“Anak-anak ini luar biasa dan memiliki potensi yang besar. Tugas kita bersama adalah mendampingi dan menumbuhkan mereka agar kelak menjadi generasi terbaik bagi Kota Ambon dan Indonesia,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version