Tekno  

PLN Lampaui Target, Turunkan Gangguan Listrik Hingga 43 Persen

PLN Turunkan Gangguan Listrik Hingga 43 Persen
Petugas Command Center melakukan monitoring keluhan dan pengaduan pelanggan yang dipantau serta dikelola secara real time / Foto : Humas PLN

Koreri.com, Jayapura – Pelayanan kelistrikan di wilayah Papua terus menunjukkan peningkatan yang baik hingga pertengahan tahun ini.

Capaian ini diperoleh dari keberhasilan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat dalam menurunkan frekuensi gangguan per pelanggan hingga 43 persen dan durasi gangguan per pelanggan hingga 12 persen pada periode yang sama.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan buah dari konsistensi seluruh lini dalam menjalankan transformasi proses bisnis, percepatan penanganan di lapangan, serta optimalisasi pemeliharaan preventif pada jaringan distribusi.

Petugas PLN tengah melakukan pemeliharaan rutin di Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Holtekamp, Jayapura / Foto : Humas PLN

Saat ini, fokus PLN adalah memastikan seluruh warga bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir listrik sering padam.

“Kami sangat memahami bahwa kebutuhan warga terhadap pasokan listrik yang stabil semakin meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, kami terus mengubah cara kerja kami agar petugas bisa datang lebih cepat dan listrik segera menyala kembali,” ujar Roberth.

Ia merinci, peningkatan kualitas layanan ini terbukti dari System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi pemadaman listrik yang kini berhasil ditekan menjadi 102,37 menit per pelanggan. Angka tersebut turun drastis sebesar 12 persen dibandingkan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 116,34 menit, sekaligus sukses melampaui target keandalan perusahaan yaitu 122,4 menit per pelanggan.

Petugas khusus PLN yang tergabung dalam Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) tengah melaksanakan apel perlengkapan untuk menjaga layanan ke pelanggan terus berjalan andal dan aman / Foto : Humas PLN

“Pada saat bersamaan, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik sukses ditekan hingga 0,99 kali per pelanggan pada periode Mei 2026 dari target perseroan sebesar 1,76 kali per pelanggan. Perusahaan berhasil memangkas intensitas gangguan sebesar 43,10 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan,” ungkap Roberth.

Keberhasilan optimalisasi ini tidak lepas dari implementasi digitalisasi sistem kelistrikan dari hulu ke hilir serta integrasi respons cepat petugas di lapangan yang didukung penuh oleh inovasi aplikasi PLN Mobile.

Melalui aplikasi tersebut, setiap laporan kendala dari masyarakat dapat langsung terdeteksi secara real time, sehingga penanganan gangguan menjadi jauh lebih cepat dan transparan.

RLS

Exit mobile version