Koreri.com, Timika – Rangkaian kegiatan peringatan 50 tahun usia emas Mapurujaya kembali digelar, Rabu (19/8/2026).
Di kesempatan itu, Anggota DPRK Mimika dari Komisi III Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Hj. Rampeani Rachman menyampaikan ajakannya kepada generasi muda.
Baginya, memasuki usia emas ke 50 tahun, Mapurujaya tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan sejarah.
“Tetapi ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan semangat dan inspirasi kepada generasi muda agar terus bersemangat melanjutkan pembangunan daerah,” ajaknya.
Masih menurut Rampeani, dirinya sebagai wakil rakyat yang dipercaya masyarakat Dapil 6 memiliki tanggung jawab untuk memberikan inspirasi, motivasi, serta menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang dapat menyentuh masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya sebagai yang dipercayakan oleh masyarakat Dapil 6 harus mampu memberikan inspirasi, memberikan motivasi, dan menyentuh masyarakat dengan hal-hal positif seperti ini,” sahutnya.
Menurut Rampaeni, Mapurujaya memiliki nilai sejarah penting bagi Kabupaten Mimika. Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan tertua yang menjadi bagian dari awal perkembangan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Mimika.
Karena itu, momentum 50 tahun Mapurujaya dinilai perlu menjadi waktu untuk kembali melihat perjalanan sejarah sekaligus mengingatkan generasi penerus agar memahami dan menghargai daerah tempat mereka tumbuh.
Rampeani mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Mapurjaya. Sejak kecil, dirinya telah berdomisili di Mapurjaya bersama orang tua dan saudara-saudaranya.
Ia juga menempuh pendidikan sejak bangku sekolah hingga menyelesaikan pendidikan sebelum akhirnya kembali mengabdi bagi Kabupaten Mimika.
“Di usia 50 tahun ini kita harus lebih memberikan inspirasi positif dan edukasi positif kepada semua generasi penerus. Karena merekalah yang nantinya akan meneruskan kebangkitan Mapurjaya dan melanjutkan pembangunan,” katanya.
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-50 Mapurjaya yang puncaknya dijadwalkan pada 22 Agustus 2026, Rampeani turut mendorong kegiatan Karnaval Nusantara dan Profesi.
Kegiatan tersebut menurutnya bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana untuk menyentuh dan memberikan pengalaman positif kepada anak-anak sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa yang berada di sekitar Mapurjaya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak melalui kegiatan tersebut dapat tersimpan dalam ingatan mereka dan menjadi bagian dari motivasi untuk masa depan.
“Anak-anak sekolah pasti menyimpan kegiatan seperti ini dalam memori mereka yang masih muda dan segar. Harapannya, ini menjadi bagian dari inspirasi dan motivasi mereka ke depan,” tuturnya.
Rampeani menilai, semakin banyak kegiatan positif yang diberikan kepada generasi muda, semakin besar pula peluang untuk membentengi mereka dari berbagai pengaruh negatif.
Ia menyinggung persoalan minuman keras dan narkoba yang menjadi tantangan bagi generasi muda di Mimika.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya melalui larangan, tetapi juga harus dilakukan dengan menghadirkan ruang-ruang positif yang membuat anak muda memiliki kegiatan, tujuan, dan lingkungan yang membangun.
“Kalau kita tidak membuat hal-hal positif seperti ini, mereka akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bisa menghancurkan generasi penerus dan masa depan,” tegasnya.
Rampeani juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan usia emas Mapurjaya sebagai momentum kebangkitan bersama.
Ia berharap peringatan tersebut tidak berhenti pada kemeriahan seremonial, tetapi meninggalkan pesan dan semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya, menjaga persatuan, serta ikut membangun Mapurjaya dan Kabupaten Mimika.
“Ke depannya kita harus lebih banyak membuat kegiatan positif, terutama dalam merayakan hari-hari yang menjadi catatan sejarah. Mari manfaatkan momentum seperti ini untuk berdiri dan bangkit bersama,” pungkasnya.
NUEL
