Koreri.com, Biak (21/8) – Festival Biak Munara Wampasi (BMW) VI siap digelar 22 – 25 Agustus 2018.
Bertemakan “Experience Biak”, ajang seni dan budaya ini mengusung 3 even utama yaitu Snap Moor, Apen Beyeren dan juga Parade Wor serta Yosim Pancar (Yospan).
Dan sejumlah even pendukung lainnya yang berlangsung di sejumlah lokasi.
“Ke 3 hal ini menjadi kekuatan dan roh daripada peralatan festival budaya ini,” terang Kepala Dinas Pariwista Biak Numfor, Onny Dangeubun di ruang kerjanya, Selasa (21/8/2018).
Lanjutnya, ajang ini dimaksudkan agar semua orang yang ada di daerah ini dan juga wisatawan yang berkunjung untuk menyaksikan festival maupun alasan lainnya bisa merasakan pengalaman tentang Biak dan tentu sekaligus mengeksplor keindahannya.
Kemudian juga bisa mengeksplor seni dan budaya Biak yang menjadi identitas masyarakat setempat dan juga hal unik yang berbeda dengan budaya di daerah mereka.
“Dan hal ini menarik untuk bisa memastikan bahwa testimoni Biak, yaitu Bila Ingat Akan Kembali itu nyata dan benar-benar dapat kita banggakan,” tegas Onny.
Dengan demikian, diharapkan orang lebih mengenal Biak untuk hal-hal yang baik dan luar biasa, dan secara ekonomi masyarakat bisa mendapatkan manfaat mulai dari segmen terkecil, mikro kecil hingga mengarah pada pendapatan asli daerah.
“Persiapan BMW ke VI Tahun 2018 dari sisi teknis sampai dengan H-1 sudah 85 – 90 persen,” akuinya.
Diantaranya, pekerjaan konstruksi yang sudah berjalan termasuk pekerjaan teknis terkait highlight effect juga sudah di handel oleh panitia dan bekerja sama dengan pelaku usaha jasa pariwisata yang ada di Kabupaten Biak Numfor.
“Suport dari Pemda dan pemangku kepentingan lainnya juga sudah berjalan sesuai dengan harapan, sehingga Festival BMW siap digelar 22 – 25 Agustus yang pembukaannya mengambil tempat di Kampung Samber,” urainya Onny.
Festival BMW VI ini, lanjut dia, mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata RI, Pemerintah Daerah Provinsi Papua, dan Pemda Biak Numfor serta perwakilan UNICEF Papua.
Kemudian, dukungan juga datang dari beberapa pemangku kepentingan dari BUMN dan BUMD yang berada di Papua.
“Juga sanggar-sanggar seni dan budaya yang selalu setia mempertahankan eksistensi, menjaga dan memelihara khasanah budaya yang kita miliki dengan nilai yang tak terhingga sebenarnya,” tegas Onny.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua dukungan, kerja sama dan perhatian yang diberikan oleh seluruh lapisan masyarakat, pemangku kepentingan untuk pengembangan usaha wisata di Biak Numfor.
“Kepada seluruh warga, saya mengharapkan partisipasi dan juga kunjungan aktif seluruh ke destinasi-destinasi utama dan prioritas yang ada di Kabupaten Biak Numfor,” ajaknya.
Dan secara khusus, Onny mengajak seluruh warga menghadiri festival BMW VI Tahun 2018.
“Mari kita sama-sama memastikan bahwa Biak memang layak dan siap untuk menjadi destinasi utama di Papua dan menjadi salah satu destinasi prioritas di Indonesia,” tukasnya.
HDK
