Koreri.com, Jayapura – Panitia hari besar gerejawi GKI Paulus Dok V Kota Jayapura menggelar seminar sehari dalam rangka memperingati 165 tahun Injil Masuk Tanah Papua di Mansinam 5 Februari 1855 lalu.
Ketua panitia kegiatan, Tan Wie Long, menjelaskan seminar sehari merupakan wujud umat Kristen untuk memberikan sumbangsih yang positif bagi generasi penerus Papua dalam memperingati hari pekabaran Injil yang sudah berusia 165 tahun.
“Jadi, kami panitia hari besar gerejawi GKI Paulus dok V Jayapura menyelenggarakan satu event dimana umat GKI di tanah Papua memperingati 5 Februari 2020 itu adalah satu rangkaian sejarah hari pekabaran Injil masuk tanah Papua di pulau Mansinam yang sudah berusia 165 tahun,” urainya saat ditemui usia seminar di GKI Paulus dok V Jayapura, Jumat (31/1/2020).
Menurut Tan, materi seminar yang diberikan sangat memiliki manfaat positif bagi generasi masa depan Papua.
“Kami mengundang beberapa narasumber untuk memberikan pencerahan bagi kami punya anak- anak sekolah mulai dari SD – SMA di Kota Jayapura,” terangnya.
Para narasumber yang diundang dari tokoh gereja yang menceritakan sejarah Injil masuk di pulau Mansinam dan perkembangan selama 165 tahun hingga hari ini.
“Tentunya ini sebuah refleksi dimana kami juga ingin menyampaikan berkat dari Injil tanah Papua ini menjadi sebuah tanah yang di yakini dan percaya adalah tanah yang bercirikan Kristen,” jelas Tan.
Juga, pemateri dari Polda Papua yang menyampaikan materi tentang bahaya gadget dan media sosial bagi generasi penerus Papua.
“Ini penting sekali supaya kita punya anak – anak ini bisa terhindar dari segala sesuatu yang sifatnya negatif yang ada di gadget,” katanya.
Dikatakan, dalam seminar ini lebih kedepankan terkait masalah gadget dan media sosial bagi generasi emas Papua dan apa resiko dalam sehari main hp 4 – 5 jam.
“Ya, memang ini lebih kita prioritaskan apalagi peserta seminar khusus anak sekolah dimana gadget sangat resiko terhadap mata dan fisik ini semua sangat beresiko. Inilah kami merasa terima kasih kepada pihak kepolisian daerah Papua yang dengan ikhlas mau datang memberikan pencerahan bagi kami semua,” jelasnya.
Ada juga narasumber dari KPA Kota Jayapura untuk mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS.
“Bagaimana cara mencegahnya, bagaimana kita bisa mengetahui setelah mereka (ODHA) terkena HIV-AIDS dan bagaimana hidup dengan ODHA dalam bermasyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan, pemateri dari Dinas Tanaman pangan tentang hidup sehat dengan konsumsi makanan yang bersih dan higienis seperti buah – buahan dan sayur yang di konsumsi setiap hari.
“Dari pakar tanaman pangan menyampaikan tentang bagaimana kita mengetahui sayur dan buah terkontaminasi dengan formalin atau pestisida,” tandasnya.
VDM
