Koreri.com, Jayapura – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Papua bersama PB PON XX sepakat peresmian Stadion Papua bangkit, pergantian nama Bandara Sentani, Sosialisasi persiapan PON XX 2021, peluncuran buku Orang Asli Papua dan Count Down 365 hari menuju PON XX Tahun 2021 secara virtual pada tanggal 20 Oktober 2020 mendatang.
Ketua Harian PB PON Papua, DR. Yunus Wonda, mengatakan pada prinsipnya Polda Papua tetap mendukung dengan semangat yang ada menyongsong PON XX Tahun 2021.
“Tapi dengan kondisi yang saat ini penyebaran Covid -19, kami sepakat dengan Kapolda Papua bahwa kita akan tetap melakukan secara virtual,” ungkapnya usai pertemuan di ruang Rupatama Polda Papua, Jumat (16/10/2020).
Dijelaskan, Gubernur akan ada di Stadion Papua Bangkit didampingi oleh panitia, PB PON dan juga Muspida akan live secara virtual agar masyarakat baik di Papua, Nasional dan internasional melihat kesiapan beberapa venue yang akan diresmikan.
“Intinya kami sepakat dilaksanakan secara Virtual. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura dan kami terus berusaha,” jelas Yunus.
Menurutnya, Kapolda juga sebagai Anak Papua punya keinginan besar dan ini sebagai momen saat dipercayakan sebagai tuan rumah.
“Tetapi di sisi lain, kami juga harus ikuti protokol kesehatan yang memang menjadi satu aturan yang kami harus ikuti sehingga dalam posisi ini kami harus sepakati tetap mengedepankan protokol kesehatan,” sambung Yunus.
Ia menambahkan, Kapolda akan menggelar rapat dan PB PON tunggu surat resmi dari Kapolda Papua.
“Intinya semua mendukung kegiatan dilakukan secara virtual, Semua masyarakat bisa nonton di You Tube dan di TV lainnya secara langsung,” tandas Yunus.
Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, menjelaskan keputusan ini melanjutkan hasil pertemuan di Swiss Bell Hotel dimana paparan dari Ketua PB PON kemudian ada diskusi yang juga disampaikan beberapa catatan-catatan tentang landasan hukum kemudian beberapa atensi-atensi turun dari Presiden dan Kapolri.
“Tadi mereka mencoba untuk memperkecil jumlah massa yang akan hadir di Stadion,” jelasnya.
Diakui Kapolda, acara peresmian harus sukses terutama untuk Count Down, tetapi di satu sisi dimana-mana patuh dan taat terhadap protokol kesehatan penyebaran Covid-19.
“Jadi ada event- event, liga dan lain sebagainya itu kan tidak diizinkan lagi dengan menggunakan suporter atau penonton dan inilah kami lemparkan kembali kepada panitia untuk berfikir kembali. Karena saran kami untuk virtual itu adalah mungkin yang terbaik, kalau seandainya mau dipaksakan mungkin akan diwakili oleh muspida dan beberapa orang yang ditunjuk saja,” akuinya.
Bagaimana pun kegiatan ini harus sukses, tetapi dibalik itu ada tanggungjawab besar, Negara punya tanggung jawab besar.
Mengingat Indonesia sudah di posisi tiga besar, kemudian Papua sudah masuk 10 besar di Indonesia.
“Saya pikir itu yang harus kita jaga betul, jangan sampai akibat berkumpulnya massa pada saat acara peresmian ini menambah dengan cepat jumlah paparan Covid-19,” pungkasnya.
VER
