Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian Papua, Pdt. Itaar Sindir Penolak Otsus

Ketua FKUB Kota Jayapura Pdt Itaar

Koreri.com, Jayapura – Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah ada di Papua sehingga semuanya hidup dalam kedamaian.

Mengingat, dalam beberapa waktu mendatang sejumlah kegiatan yang telah diagendakan Pemerintah pada beberapa bulan mendatang diantaranya, terkait kebelangsungan Otonomi Khusus, pelaksanaan PON XX 2021 dan Pilkada di 11 kabupaten/kota di Papua.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura Pdt. Willem Itaar, saat di temui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat di Kota jayapura dan Papua untuk tetap mendukung pemerintah dan turut serta menyuseskannya,” ajaknya.

Pdt. Itaar juga berpesan kepada masyarakat agar tetap mematuhui protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus corona di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya serta tidak mudah terprovokasi oleh oknum atau pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Terkait dengan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua, ia tak menampik ada kelompok yang menolak dan ada pula yang menerimanya.

Namun harus disadari, Otsus merupakan sebuah pergumulan sehingga tidak segampang membalik telapak tangan untuk menolaknya.

Kendati demikian, Pdt. Itaar tak luput menyampaikan sindirannya.

“Tentu kita ketahui bersama siapa saja yang menikmati dan menolak kebijakan itu sendiri. Bahkan berani mengajak masyarakat untuk melakukan aksi-aksi penolakan. Jangan kita yang menikmati, lalu mengajak masyarakat untuk menolak lagi,” sindirnya.

Pdt. Itaar mengajak semua pihak untuk berpikir jernih.

“Kita memberikan dukungan untuk Pemerintah dalam upaya memperhatikan kebutuhan masyarakat di Papua sehingga kedepanya Undang-undang Otsus dapat mengatur hak dan kewajiban hidup masyarakat diatas tanah ini,” tegasnya.

Pdt. Itaar menekankan, Papua sudah dinobatkan sebagai tanah damai sehingga siapapun yang hidup di atas tanah ini, walaupun berbeda suku, ras, warna kulit, semua itu adalah sebuah keindahan.

“Sepeti sebuah taman bunga itu dibilang indah apabila ada berbagai macam bunga dengan berbeda-beda warnanya didalam taman itu. Berbeda-beda itu sesungguhnya adalah keindahan. Jadi, mari kita menikmati keindahan itu dan menjaga bersama-sama agar Papua tetap aman dan damai,” tukasnya.

VER

Exit mobile version