Koreri.com, Biak – Kampung Impendi, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor merupakan wilayah pertama yang mencetus penggunaan dana desa untuk penanggulangan dan pencegahan stunting di 2022 ini.
Keterbukaan informasi dan ketransparanan yang dimiliki pimpinan dan aparat kampung Impendi membuka peluang bagi DP3AKB Biak Numfor untuk melakukan sosialiasi terkait stunting atau anak kurang gizi di kampung tersebut.
Kepala DP3AKB Lourens Pattipeylohi ketika ditemui media ini, Selasa (18/1/2022) membenarkan akan hal tersebut.
Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada Kepala Kampung bahkan aparat dan warga yang cukup menyadari kondisi ini yakni stunting.
“Kami dari DP3AKB melaksanakan kegiatan tentang sosialisasi stunting dan ini merupakan satu kebanggan bagi kami lewat kampung Impendi Distrik Yendidori yang mana sudah menggunakan dana desa untuk kegiatan stunting,” ungkap Lourens.
Pihaknya pun berharap ke depan kampung-kampung lain dapat melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencegah stunting ini seperti di Impendi ini.
“Saya sangat berharap di tahun ini ada kampung-kampung lain yang bisa mengambil contoh dari Impendi sehingga bisa mensosialisasikan stunting dengan mensisihkan dan dana desa untuk mencegah kondisi kurang gizi pada anak,” harapnya.
Menurut Lourens, mulai tahun ini kampung Impendi mulai membuka babak pertama untuk kegiatan stunting di wilayah itu.
“Ini satu perhatian yang cukup bagus dari kepala kampung bersama aparat setempat untuk melihat hal seperti ini yang mana sementara ini kita semangat untuk bagaimana mencegah atau meniadakan stunting di Kabupaten Biak Numfor,” sambungnya.
Ditambahkan Lourens, masyarakat di kampung Impendi sangat antusias untuk mengikuti kegiatan. Karena dengan adanya kegiatan ini, masyarakat jadi memahami apa itu stunting dan bagaimana cara menanggulangi dan mencegahnya.
“Saya imbau ke kampung-kampung lain kalau bisa di tahun 2022 ini mari kita semua keroyok masalah stanting ini karena masalah ini sangat rumit sekali untuk anak-anak kita atau generasi yang akan datang, oleh sebab itu sesuai dengan arahan dari pemerintah daerah lewat Bupati kalau bisa stunting ini di tiadakan. artinya stunting ini dicegah sehingga tidak ada stunting di kabupaten Biak Numfor,” pinta Lourens.
Ia menambahkan, sejumlah kasus stunting di Kabupaten Biak Numfor ditemukan akhir-akhir ini pada beberapa titik seperti di Biak Timur, juga di Biak Utara yakni Andey.
“Ini yang kita dari DP3AKB dengan Dinas kesehatan serta instansi terkait lainnya baik itu DPMK, Dinas Pertanian maupun Bappeda untuk sama-sama duduk berembuk supaya kalau bisa kasus ini dapat dicegah,” tukasnya.
Perlu diketahui, kegiatan DP3AKB di 2022 ini kegiatan sebagian besar dilakukan mencegah stunting di Biak Numfor
HDK
