MAFERA 1443 H Resmi Dibuka, Widya : Momen Lestarikan Tradisi Panggilan Sahur

IMG 20220418 WA0005

Koreri.com, Ambon – Maluku Festival Ramadhan (MAFERA) 1443 Hijriah / 2022 Masehi bertemakan “Mempererat Ukhuwah, Membangun Negeri” resmi dibuka Gubernur Murad Ismail.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan Rebana.
Turut mendampingi, Wakil Gubernur Barnabas Orno, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, serta Plt. Ka.Kanwil Kemenag Promal. H. Yamin.

Saat ini, sebanyak 50 peserta yang terdaftar dalam pelaksanaan festival. Jumlah tersebut, dilaporkan masih akan bertambah.
Puluhan peserta diatas diantaranya berasal dari Kota Ambon yakni Negeri Tulehu, Batu merah, Waihaong, Tial, Wakal, Seith. Juga dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Penyelenggaraan festival yang akan berlangsung hingga Senin (24/4/2022) itu melibatkan 40 UMKM dari berbagai daerah di Provinsi Maluku. Mereka akan menjajakan kuliner unggulan dari daerahnya masing-masing.

Ketua DPW Lembaga Seni Qasidah (LASQI) Provinsi Maluku Ny. Hj. Widya Pratiwi Murad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Murad Ismail beserta jajarannya di lingkup pemerintah daerah dan panitia penyelenggara serta pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan festival.

“Saya berharap, kegiatan MAFERA tahun ini dapat dijadikan momentum dalam menjaga serta melestarikan tradisi lokal Panggilan/Senandung Sahur, yang dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu religi, diselingi pantun yang diiringi alat musik,” katanya.

Kegiatan MAPERA ini, sambung Widya, tidak hanya diikuti oleh kaum muslimin saja, namun juga diikuti masyarakat dari agama yang lain. Ini menunjukkan adanya peradaban antara umat beragama di Provinsi Maluku sebagai aktualisasi hidup orang basudara.

“Kegiatan ini dapat terselenggara atas kolaborasi antara pemerintah provinsi, Lasqi, Kanwil Agama, TP-PKK, Beta Kreatif, Majelis Taklim Nur Asia, Dekranasda, Yayasan Ulil Amri, HIPMI Maluku, PT. Bank Maluku-Maluku Utara dan media massa,” tuturnya.

Ia berujar, festival ini merupakan hal positif yang perlu disambut baik karena untuk membangun Maluku, perlu adanya bersinergi. Dalam menyemarakan kegiatan, festival diisi dengan kegiatan Tausiah Kreatif Talk show yang melibatkan para milenial serta bazar atau pasar malam, dalam mendorong usaha kuliner masyarakat dan UMKM lainnya untuk terus berkembang.

“Harapan saya, semoga kegiatan ini dapat dijadikan agenda tahunan dalam memberikan kontribusi, guna mempererat persatuan antara orang bersaudara di Maluku,” harapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua LASQI dan sejumlah pimpinan OPD.

Pembukaan festival turut dihadiri Penjabat Sekda Maluku Sadli Ie, dan Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno.

BKL

Exit mobile version