Pemkot Jayapura : Perkiraan Kenaikan Harga Pangan 5 – 10 Persen

Pasar Hamadi2
Aktivitas di pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua

Koreri.com, Jayapura – Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Jayapura diperkirakan mengalami peningkatan lima sampai 10 persen.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM setempat dalam pernyataannya menguraikan fluktuasi kebutuhan pokok di ibu kota Provinsi Papua itu akan terpantau pada H-5 sampai H-3 jelang Idul Fitri 1443 Hijriah

“Namun ketersediaan bahan pokok di Kota Jayapura relatif aman bahkan hingga sampai satu pekan sesudah lebaran Idul Fitri,” ungkap Kepala Diperindagkop dan UKM setempat, Robert Awi, Rabu (27/4/2022).

Menurutnya, stok bahan pokok di ibu kota Provinsi Papua itu sedikit melimpah karena berdasarkan laporan petugas di lapangan baik di pasar tradisional dan modern tersedia hingga satu pekan setelah Lebaran.

“Dari laporan petugas kami di lapangan seperti itu,” ujarnya.

Robert menjelaskan untuk komoditas minyak goreng juga cukup dengan harga yang paling murah Rp25 ribu per liter.

“Kami dapat laporan dari Bulog dan distributor minyak goreng kalau minyak goreng curah sudah tiba dan siap di salurkan ke pasar,” ujarnya.

Robert menambahkan sampai saat ini harga bahan pokok di setiap pasar belum mengalami perubahan yang signifikan.

“Sampai saat ini harga bahan pokok di Kota Jayapura masih normal,” katanya lagi.

Robert mengakui di Kota Jayapura bukan masalah pada harga barang tetapi ketersediaan stok dari bahan pangan yang mempengaruhi kenaikan bahan pokok.

“Kalau barangnya ada harganya relatif stabil tetapi jika berkurang maka dengan sendirinya harga akan naik, sehingga di lapangan selain kami mengecek harga barang kami juga mengecek jumlah stoknya cukup atau tidak untuk kota Jayapura,” ujarnya lagi.

ZAN

Exit mobile version