8 Juni, Ikatan Alumni SMP YPPK St. Thomas Wamena Gelar Syukuran HUT ke 3

Ikatan Alumni SMP Misi Wamena

Koreri.com, Jayapura – Selama ribuan tahun lamanya orang Lembah Balim, Huwulama telah mendiami lembah besar itu dengan seluruh misteri hidupnya.

Kemudian orang asing (ap molatek) pertama kali mengadakan kontak langsung dengan orang Huwulama pada 23 Juni 1938 oleh Richard Archold dalam Expedisi yang disebut American Museum of Natural History.

Dua puluh tahun kemudian, tepatnya 19 Januari tahun 1958, Gereja Katolik melalui Ordo Fratrum Minorum (OFM) menginjakkan kaki di Lembah Balim dan melakukan karya-karya penginjilan maupun pendidikan.

Pada 27 Mei 1971 atau 51 tahun yang lalu, SMP YPPK St. Thomas Wamena telah terdaftar dengan SK pendirian Sekolah Nomor: SK.78/GIB/71 dan SK ijin Operasional bernomor: 420/588/DP/2020.

Menjelang pesta Jubelium 50 tahun telah terbentuk Ikatan Alumni (IKA) SMP YPPK St. Thomas Wamena pada 27 Mei 2019 di Wamena untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dengan motto: ” Pakima Hani Hano  (Bersekutu itu indah & Baik).

Pendirian ikatan alumni ini dikemas dalam reuni Akbar dan Musyawarah Besar I selama 3 hari, 25 – 27 Mei 2019 di Gedung Sosial Katolik (Soskat) Wamena.

Masa kepengurusan ikatan alumni ditetapkan satu periode selama 3 tahun, yakni 2019 – 2022.

Pada kesempatan ini, ikatan alumni akan mengadakan Perayaan Syukur Ulang Tahun SMP YPPK St. Thomas Wamena ke-51 sekaligus ulang tahun Ikatan Alumni SMP Misi ke-3 dan menyelenggarakan Mubes II Ikatan Alumni di Jayapura.

Pertanyaan utama bagi kita semua ialah kenapa Ikatan Alumni SMP YPPK St Thomas Wamena dibentuk?

Sejarah ikatan alumni terbentuk bermula dari hubungan pertemanan teman angkatan dan kemudian beranjak ke antar angkatan, lalu pembentukan Panitia Perayaan Yubelium SMP Misi tahun 2021 dan juga pembentukan Tim Formatur Reuni Akbar dan Mubes I tahun 2021.

Para inisiator dari pergerakan ini antara lain: Elpius Hugi, Carlos Matuan, Laurens Wantik, Yan Mantuan, Albert Adii, Markus Haluk, Andi M. Dimara, Pilatus Marian dan Amatus Watken.

Ikatan Alumni SMP Misi dibentuk pasti memiliki visi dan misi yang hendak diupayakan. Bila dirumuskan, minimal ada dua alasan utama:

Pertama, ada keterpanggilan untuk mengabdi kepada almamater yang pernah berjasa dalam pembentukan karakter hidup maupun ilmu pengetahuan setiap individu para alumni.

Hal ini seirama dengan kebutuhan kebutuhan yang harus dipenuhi pihak sekolah dalam menjalankan visi mencerdaskan anak bangsa yang mana kebutuhan bitu bisa ditopang oleh sumbangan sumbangan para alumni. Dan juga SMP Misi ini adalah ” Sekolah Mama” atau yang tertua untuk Kabupaten Jayawijaya pada waktu itu, Pegunungan Tengah ( Lapago) hari ini.

Artinya para murid SMP Misi waktu itu, hari ini sedang menjadi pemimpin di setiap daerah masing-masing di wilayah Pegunungan Tengah lebih khusus dan Papua pada umumnya. Dengan demikian, para alumni dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah ini.

Kedua, sebagai wadah untuk menjalin dan menjaga keharmonisan para alumni SMP Misi yang tersebar di berbagai tempat karena menjalankan tugasnya masing-masing. Hubungan keakraban para alumni bisa berdampak lebih besar untuk pembangunan di tanah Papua, bukan hanya di SMP Misi.

Tugas lain juga adalah mendata para alumni dari sekitar 40an angkatan (1971 – 2021) yang berjumlah sekitar 3000an alumnus.

Pada kesempatan ini, panitia Mubes II, Ikatan Alumni sudah bekerja maksimal untuk menyukseskan kegiatan Perayaan Syukur Ulang Tahun SMP Misi ke 51 yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/6/2022), pukul 17.00 Wit bertempat di Gereja Kristus Terang Dunia Waena.

Kemudian sidang sidang pleno akan dilaksanakan di Susteran Maranatha Waena.

Peserta yang ditargetkan hadir sebanyak 200 orang, baik dari Jayapura, Wamena maupun daerah lain di dalam dan luar Papua.

Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh internal alumni (sumbangan per angkatan), donatur alumni, maupun sponsor dari luar yang sangat terbatas.

Diharapkan kepada semua alumni, mantan pengajar, staf dan seluruh civitas SMP YPPK St. Thomas turut mengambil bagian secara langsung, terutama mereka yang bisa mengakses tempat kegiatan.

Dan juga kepada alumni orang muda yang saat ini ada di sekitaran Jayapura dan Keerom.

“Semua pihak baik sekolah, Komite, PSW, Dekenat, Keuskupan, Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, kami menyampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan kerjasama. Semoga Tuhan memberkati semua proses dan niat baik yang sedang kita kerjakan bersama untuk pembangunan tanah Papua melalui aspek pendidikan. Waaa waaa waaaa,” demikian rilis yang diterima Koreri.com, Selasa (7/6/2022)

SEO

Exit mobile version