Mitan Sulit Didapat, Warga di Ambon Terpaksa Masak Pakai Kayu Bakar

Ilustrasi Antrian Mitan
Foto Ilustrasi

Koreri.com, Ambon – Sebagian warga di Kota Ambon terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak akibat beberapa minggu terakhir ini minyak tanah (Mitan) sulit diperoleh.

“Kadang kalau tidak dapat, kita akhirnya beli makan jadi, atau pakai kayu bakar di belakang rumah saja,” kata Mira warga di Hative Besar, Teluk Ambon Jumat (12/8/2022).

Ia mengatakan mitan sulit dicari. Sementara banyak pangkalan mitan sering kosong, sehingga dirinya terpaksa keliling kota untuk mendapatkannya.

“Dulu itu di Hative Besar sini minyak tanah banyak. Tapi sekarang cari sangat susah. Harus keliling sampai di Wayame baru dapat. Itu pun kadang terbatas,” akui Mira.

Senada dengan Mira, Tina Sapulette, seorang warga di Tawiri juga mengaku kesulitan mendapat mitan.

Ia mengatakan, terpaksa menggunakan kayu bakar karena tidak mampu membeli kompor gas yang harus mengeluarkan banyak biaya.

Mayoritas rumah tangga dan UMKM di Maluku masih menggunakan dengan mitan, sedangkan program elpiji subsidi tiga kilogram belum ada. Elpiji yang tersedia di pasar adalah jenis Brightgas 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

“Mau beli kompor gas, asalkan ada uang lagi. Kecuali orang kaya,” sindirnya.

Olehnya itu, Tina berharap Pemerintah Daerah bisa melihat persoalan ini terkait apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kecil di kota ini.

“Kami juga meminta DPRD Kota Ambon maupun DPRD Maluku bisa memanggil pihak Pertamina agar menjawab semua ini dan apa penyebab sehingga terjadi kelangkaan,” harapnya.

JFL

Exit mobile version