KST Tembak Dua Prajurit TNI di Lanny Jaya, Begini Faktanya

IMG 20220922 WA0006

Koreri.com, Jayapura – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dikabarkan menyerang pos dan menembak mati dua Prajurit TNI di Titigi Kabupaten Intan Jaya, Senin (19/9/2022).

Berita yang beredar di media sosial (medsos) dan media online ternyata hanyalah sebuah informasi yang dipastikan hoax belaka.

Berita hoax yang diduga penyebarannya dilakukan oleh gerombolan pengacau keamanan dipastikan hanya untuk menebar teror terhadap masyarakat di wilayah Papua.

“Sudah tepat kelompok ini disebut gerombolan teroris,” ungkap salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian sebenarnya di wilayah Titigi Intan Jaya, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. menjelaskan bahwa Prajurit TNI tetap melaksanakan tugas seperti biasanya untuk menciptakan situasi keamanan lebih kondusif.

“Kami bersama aparat keamanan lainnya, juga komponen lainnya beserta masyarakat bahu-membahu bersinergi mewujudkan keamanan dan kedamaian untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua,” tegasnya, Kamis (22/9/2022).

Seperti diketahui bersama, adanya pengakuan dari Lewis Kogoya di salah satu media online bahwa kelompoknya menyerang Pos keamanan di Titigi, Intan Jaya.

Terkait pernyataan tersebut, Kapendam mengingatkan siapapun yang mengatasnamakan atau mewakili gerombolan separatis untuk sadar diri bahwa tindakan menyebar hoax adalah tidak baik dan melanggar hukum, terlebih untuk gerombolan teroris.

“Harapan saya, mereka segera sadar. Oleh karenanya kepada gerombolan KST/KKB agar segera sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” harapnya.

Kapendam juga pada kesempatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat di Titigi, Intan Jaya yang paham dan mengerti akan pentingnya persatuan dan kesatuan NKRI.

“Sehingga bersama-sama TNI – Polri dan seluruh elemen lainnya terus bekerja membangun Papua,” pungkasnya.

PDC-17

Exit mobile version