Sepakbola Indonesia Banyak Masalah, Pemain Persipura Disarankan Main di Luar Negeri

IMG 20230105 WA0009
Manajer Persipura Yan Permenas Mandenas (kanan) / Foto : Persipura

Koreri.com, Jayapura – Sejumlah pemain Persipura Jayapura belakangan dilirik beberapa klub Liga 1 menyusul liburnya kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.

Saat ini, dua pemain Persipura Brian Fatari dan Ramai Rumakiek sudah berlabuh di klub Dewa United.

Sementara Gunansar Mandowen sudah pamit dari manajemen skuad Mutiara Hitam dan bergabung dengan PSM Makassar.  M. Tahir pun dipastikan bergabung dengan RANS Nusantara. Keduanya berstatus pinjaman.

Manajer Persipura Jayapura Yan Permenas Mandenas mengaku bangga dengan banyaknya klub Liga 1 yang ingin memakai jasa mantan anak buahnya, namun ia menyarankan lebih baik anak buahnya bermain diluar negeri ketimbang memperkuat klub-klub Liga 1.

Klub-klub luar seperti Liga Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura menurutnya persaingannya lebih kompetitif dan iklim sepak bolanya tidak banyak masalah seperti yang terjadi di Indonesia.

“Ini pendapat pribadi saya, lebih baik mereka bermain di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Singapura. Disana kompetisinya lebih baik dari Indonesia. Disini kita banyak masalah karena kepentingan segelintir orang yang membuat sepak bola kita tidak maju,” ujarnya, Jumat (27/1/2023).

Mandenas menilai kemampuan para pemainnya tidak perlu diragukan lagi. Mereka dipastikan akan menunjukkan kualitas bermain dengan cara yang berbeda didukung dengan talenta.

Papua sendiri sudah melahirkan sejumlah pemain berbakat yang juga banyak dilirik klub-klub luar.

“Kualitas pemain sekelas Brian Fatari, Ramai Rumakiek dan Gunansar tidak perlu diragukan lagi. Saya yakin mereka pasti sukses di luar negeri,” katanya.

Diliburkannya Liga 2 saat ini dicontohkannya sebagai bukti buruknya manajemen operator liga dan PSSI dalam mengolah kompetisi di Indonesia. Padahal dikatakannya ada 15 klub Liga 2 yang sudah berjuang dan siap melanjutkan kompetisi, namun karena kepentingan sejumlah orang menyebabkan Liga kasta kedua Indonesia harus terhenti.

“Perjuangan pemilik klub, ofisial, dan pelatih untuk Liga 2 berlanjut namun tetap saja ada usaha untuk digagalkan,” bebernya.

Dalam sejarah sepak bola Papua, pemain asal Papua sudah merasakan kompetisi di luar negeri seperti yang sekarang dilakoni Yanto Basna.

Basna sejak 2018 lalu memperkuat klub Khonkaen FC, Sukhothai FC, dan PT Prachuap FC di Negara Thailand.

Pemain Papua lainnya yaitu Elie Aiboy yang pernah bermain untuk klub Malaysia yakni Selanggor FA.

RIL

Exit mobile version