Koreri.com, Sorong – Hingga 3 hari menjelang penutupan tahapan pengajuan dokumen bakal calon anggota DPD RI dapil PBD dan Bacaleg DPR Provinsi Papua Barat Daya masih sepi.
Pantauan awak media, dua partai politik yang mendatangi Sekretariat sementara KPU Provinsi Papua Barat Daya di Aula Hotel Luxio Kota Sorong hanya untuk berkoordinasi soal kendala yang dihadapi sehingga mereka belum mengajukan bacaleg tingkat provinsinya.
Dua parpol yang mendatangi Sekretariat KPU Papua Barat Daya yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW Partai NasDem Provinsi Papua Barat Daya Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H mengatakan alasan pihaknya tidak melaksanakan pengajuan 35 bakal caleg DPR Provinsi PBD karena kendala teknis yang dihadapi KPU terkait dengan belum terbukanya aplikasi sistim informasi partai politik (SIPOL) KPU.
Dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kota Sorong tepatnya kantor KPU Papua Barat Daya, Kamis (11/5/2023) menjelaskan bahwa kendala yang terjadi yaitu beberapa DPP partai politik dari 18 parpol peserta pemilu belum submit struktur pengurus tingkat Wilayah atau Daerah PBD ke dalam SIPOL.
Pelaksana tugas (Plt) KPU Provinsi Papua Barat Daya Fatmawati saat dikonfirmasi awak media mengatakan persoalan yang dihadapi partai politik itu terkait dengan sinkronisasi akhir sistim informasi partai politik (SIPOL) ke SILON, dimana pihak DPP belum mensubmit kepengurusan parpolnya tingkat DPW atau DPD.
Hal ini yang mengakibatkan aplikasi sistim informasi partai politik (SIPOL) KPU belum terbuka, Fatmawati optimis ketika partai politik fokus untuk untuk menginput semua data baik kepengurusan maupun bacaleg ke SILON maka segera dijeneret.
“Persoalannya sinkronisasi akhir SIPOL ke SILON untuk menjineret dokumen B pengajuan dan daftar bakal caleg, saya optimis ketika parpol fokus menginput data ke SILON dan 18 parpol semua lengkap maka pasti dijeneret dan proses pengajuan bacaleg dapat dilakukan dalam 3 hari ini selesai,” jelas Kordinator divisi teknis penyelenggara KPU Provinsi Papua Barat itu.
KENN
