Koreri.com, Biak – BKKBN Provinsi Papua bekerjasama dengan DP3AK Biak menggelar kegiatan Pengembangan Model Kemitraan, Permodalan, Pemasaran / Pilot Project PEK Peduli Stunting berlangsung di Hotel Mapia, Senin (12/6/2023).
Hadir pada pembukaan itu, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) mewakili Bupati Biak Numfor, Kepala DP3AKB Biak Numfor, Kepala BKKBN Papua, para pejabat eselon III – IV, peserta pelatihan serta tamu lainnya.
Sekda Zacharias Mailoa dalam membacakan sambutan Bupati Biak Numfor menyebutkan, atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada kantor BKKBN Provinsi Papua yang selama ini terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan baik pada tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten secara khusus terkait dengan stunting.
Menurutnya, peduli stunting ini merupakan program nasional yang menjadi tanggung jawab semua.
“Kegiatan hari ini sangat penting untuk diketahui oleh semua bahwa stunting ini merupakan pergumulan panjang untuk kita semua, bukan saja menjadi tanggung jawab BKKBN, bukan saja menjadi tanggung jawab DP3AKB tetapi stunting ini merupakan tanggung jawab berkolaborasi, mengeroyok semua program-program yang bagaimana stunting ini bisa dikurangi,” ungkap Sekda
Dijelaskan, sejak 2020 sesuai dengan target nasional stunting itu harus dibawa 24 persen dan tahun 2021 stunting harus pada posisi 21 persen.
Untuk Kabupaten Biak Numfor sendiri, stunting progresnya sangat jauh sebagaimana data pada Dinkes Biak. Dimana pada 2022 dengan target nasional 18 persen, Biak Numfor sudah berhasil mencapai 6,59 persen.
“Ini wujud nyata dan keberhasilan kita semua dalam bekerja sama, kolaborasi dari kita semua,” tandasnya.
Untuk itu, lanjut Bupati, kegiatan hari ini sangat penting guna mendukung semua pogram stunting yang ada di tingkat distrik hingga ke tingkat kampung.
“Dimana kita memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ada di kampung melalui kemitraan permodalan yang didukung penuh oleh Bank Papua, bekersama dengan BKKBN Provinsi Papua dan semua yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa melihat program sosialisasi sehingga target di tahun 2023 harus tetap menurun,” lanjutnya.
Keiikutsertaan dalam sosialisasi seperti ini juga dinilai Bupati, sangatlah penting guna memberikan dukungan penuh untuk semua stakeholder secara khusus masyarakat yang ada di kampung-kampung sebagai tanggung jawab semua.
“Untuk diketahui stunting ini ada 8 aksi yang harus dilakukan dimana stunting ini sudah masuk pada tahap aksi utama sampai pada aksi ke delapan sehingga output dari sosialisasi seperti ini yang memberikan dukungan untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di kampung-kampung dan yang ada di distrik. Saya percaya kedepan kita semua bertanggung jawab untuk keberhasilan stunting ini harus lebih baik,” katanya
Sementara itu Kepala DP3AKB Biak Johanna Naap pada kesempatan yang sama memberikan apresiasi kepada pelaksanaan kegiatan ini.
Dirinya berharap kepada para peserta yang dilibatkan dapat menerapkan semua hal baik yang telah disampaikan guna keberhasilan menurunkan stunting di didaerah ini.
HDK
