Koreri.com, Sorong – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 95 tahun, dilaksanakan kegiatan penanaman pohon yang berlangsung di Jalan Pariwisata, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Sabtu (28/10/2023).
Aksi penanaman pohon ini diikuti sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov PBD, KNPI serta OKP.
Hadir juga tokoh adat dan masyarakat Kabupaten Sorong.
Bibit pohon yang ditanam diantaranya mangrove, pucuk merah serta ketapang.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD Yusdi Lamatenggo yang dikonfirmasi awak media, mengatakan pelaksanaan kegiatan penanaman pohon ini berkaitan dengan momen pemuda.
“Yang pertama ini momentum 28 Oktober, 95 Tahun Sumpah Pemuda. Jadi tadi pagi kita seluruh unsur pemuda di Papua Barat Daya sudah upacara di Korem. Kemudian setelah itu kita lanjut dengan donor darah dimana cukup banyak pemuda yang menyumbangkan darahnya. Kemudian yang sore ini aksi kecil kita untuk bagaimana komitmen kita para pemuda untuk menjaga alam Papua Barat Daya ini. Kita mulai di Kabupaten Sorong tapi kita berharap tidak sampai di sini tapi di seluruh kabupaten di tanah Papua Barat Daya ini untuk terus bergerak dan berkomitmen menjaga alam kita ini,” urainya.
“Sebenarnya sudah banyak banyak lembaga. Tapi khusus untuk pemuda hari ini kita mulai bersama-sama gerakan moral untuk berkomitmen, seluruh pemuda untuk mendorong, menjaga dan melestarikan alam di Papua Barat Daya ini,” akuinya.
Menurut Kadis, kenapa perlu adanya upaya pelestarian jalan pariwisata ini?
“Karena dari sisi pariwisata, wisata disini berbasis keindahan alam. Makanya kita berharap jalan pariwisata di sini ke depan akan kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten Sorong dan juga seluruh teman-teman di Aimas agar ke depan menjadi salah satu sentra pengembangan pariwisata di Kabupaten Sorong,” harapnya.
Kadis pun berharap semua kabupaten/kota di PBD harus dapat melakukan langkah yang sama.
“Semua akan kita dorong. Dan ini momentum awal kita untuk bekerja sama dan berkolaborasi seluruh unsur pemuda seperti ini. Karena meski ini kecil tapi luar biasa untuk pengembangan alam kita ke depan. Jadi kita berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
“Kenapa bukannya pohon yang bisa menghasilkan buah dan dapat dinikmati masyarakat? Karena kawasan jalan pariwisata ini berbeda dan kemudian dekat dengan pantai maka pohon yang cocok seperti itu,” terangnya.
Seperti pucuk merah yang dinilai cocok untuk keindahan kawasan jalan dimaksud. Kemudian ketapang sendiri untuk menambah keteduhan. Sementara mangrove itu karana memang habitatnya di kawasan tersebut.
“Jadi kita dorong supaya di sini ekosistemnya bisa pulih seperti sediakala dan bisa mendatangkan manfaat bagi ekosistem maupun orang-orang yang tinggal di sekitar Jalan Pariwisata ini,” sambungnya.
Kadis mengaku sangat optimis dan berharap ini menjadi langkah awal bagi seluruh pemuda untuk menunjukkan komitmennya.
“Kalau zaman dulu pemuda komitmen berperang untuk mempertahankan kemerdekaan tapi sekarang kita minta komitmen untuk menjaga ini. Karena dengan alam yang indah dan baik maka kualitas hidup kita akan baik,” tandasnya.
Kadis sekali lag mengaku sangat optimis meski pekerjaan ini tergolong kecil.
“Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini akan berdampak pada kehidupan kita ke depan,” pungkasnya.
KENN
