Koreri.com, Manokwari – Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Papua Barat terus mengalami penurunan.
Sementara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) semakin meningkat.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat Ir. Merry, M.P dalam rilisnya yang diterima Koreri.com, Senin (6/11/2023), menyebutkan penurunan TPAK terjadi pada penduduk laki-laki dan perempuan selama setahun terakhir periode Agustus 2022 – Agustus 2023.
Merry merincikan, terdapat 881.663 jiwa penduduk usia kerja di Provinsi Papua Barat dan sebanyak 592.802 termasuk penduduk Angkatan kerja. Dengan demikian, TPAK mencapai 67,24 persen.
“TPAK Papua Barat mengalami penurunan baik untuk laki-laki maupun perempuan,” rincinya.
Selanjutnya, dari 592.802 penduduk Angkatan Kerja, sebanyak 31.919 orang (5,38 persen) di antaranya merupakan pengangguran.
Dibandingkan Agustus 2022, jumlah pengangguran naik sebanyak 4.254 orang.
“Tingkat pengangguran naik lebih banyak pada penduduk perempuan dibandingkan pada laki-laki. Sementara menurut wilayah, tingkat pengangguran meningkat di perdesaan,” sambungnya.
Merry menambahkan, penurunan tingkat pengangguran terjadi pada periode semesteran sementara pada periode tahunan tingkat pengangguran mengalami kenaikan.
Dirincikan pula, TPT menurut Kabupaten/Kota Agustus 2023 mengalami penurunan di Kota Sorong, Fakfak, Teluk Bintuni, Kaimana, Sorong Selatan, Teluk Wondama, dan Tambrauw.
Sebaliknya, TPT naik pada Kabupaten Manokwari, Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.
“Namun TPT tertinggi masih tercatat di Kota Sorong sebesar 9,86 persen. TPT terendah di Kabupaten Pegunungan Arfak sebesar 0,15 persen,” pungkasnya.
Sementara itu, sektor perdagangan paling banyak menyerap tenaga kerja selama Agustus 2022 – Agustus 2023.
Lapangan usaha Perdagangan, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan menjadi sektor tertinggi penyerap tenaga kerja, yaitu masing-masing sekitar 1,31% (17.809 orang), 0,53% (11.946 orang), dan 0,55% (6.873 orang).
Proporsi penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai mencapai 39,40%. Penambahan penduduk yang bekerja dengan status tersebut turut mendorong peningkatan proporsi pekerja formal yang mencapai 41,45%.
Kemudian, proporsi pekerja penuh meningkat dan mencapai 67,15%, lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19.
Tiga lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbanyak adalah Pertanian, Perdagangan, dan Administrasi Pemerintahan.
Sementara lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbanyak selama periode Agustus 2022 ke Agustus 2023 adalah Perdagangan, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan.
KENN
