Koreri.com, Jayapura – Dalam rangka menekan angka malnutrisi di Papua, PT PLN (Persero) melalui gugus tugas Srikandi atau pegawai perempuan PLN memberikan sosialisasi pentingnya pemenuhan nutrisi dalam mencegah bahaya stunting.
Melalui program “Srikandi Movement”, srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat turun langsung untuk memberikan 70 paket kebutuhan gizi yang terdiri dari 50 anak balita dan 20 ibu hamil pada kegiatan Posyandu Pokhow, Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, Kota Jayapura, Kamis (14/12/2023).
Melalui program ini, PLN ingin turut andil memberikan solusi terhadap permasalahan stunting di Indonesia, selaras dengan arahan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.72 tentang percepatan penurunan stunting.
Melisa Penasifu (35), salah satu orang tua penerima pemberian makanan tambahan (PMT) menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Paket yang berisi beras, susu, telur, madu serta biskuit tersebut diharapkan dapat menambah gizi untuk anaknya yang baru berusia satu tahun empat bulan.
Senada dengan Melisa, salah satu dokter Puskesmas Waena, dr. Mita Muabay mengapresiasi komitmen para Srikandi PLN yang berupaya mengurangi persentase risiko stunting anak dan ibu hamil di Jayapura.
“Kepedulian orang tua terhadap bahaya stunting itu sangat penting. Kami berharap, sosialisasi hari ini bisa meningkatkan kesadaran bahwa ini bisa teratasi apabila dilakukan bersama-sama. Posyandu yang rutin dilakukan ini juga menjadi salah satu upaya kami sebagai petugas kesehatan yang dibantu para kader,” tandasnya.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono menjelaskan bahwa program Srikandi Movement juga menjadi wujud komitmen PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan khususnya di bidang kesehatan.
“Tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik yang andal, PLN juga ingin turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan tingkat kesehatan dan gizi layak bagi masyarakat khususnya pada kelompok rentan, ibu hamil dan anak-anak. Kami akan terus semangat untuk mendorong ekonomi dan kesehatan masyarakat yang bisa sekaligus menjadi katalis dalam menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan,” papar Budiono.
Hal ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi. Ketika sudah masuk masa panen, ikan lele tersebut bisa dikonsumsi sehingga kebutuhan protein terpenuhi.
RLS
