Di Pelatihan Mitigasi Bencana, Kepala BPBD Akui Kota Jayapura Rawan Kebakaran

Kepala BPBD Kota Jayapura Asep Khalid
Kepala BPBD Kota Jayapura Asep Khalid / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, memberikan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana kebakaran bagi warga di Distrik Abepura, Kamis (2/5/2024)

Asisten II Bidang Pembangunan Setda Kota Jayapura Widi Hartanti saat membuka kegiatan tersebut, mengatakan Distrik Abepura dengan luas 157,7 kilometer persegi dengan jumlah penduduk berdasarkan sensus penduduk 2020 sebanyak 86.251 jiwa menjadi salah satu wilayah yang jumlah penduduknya terbanyak.

“Sehingga dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi ini menyebabkan timbulnya kerawanan terhadap bahaya kebakaran,” sambungnya.

Menurut Widi, UU Nomor 24 Tahun 2027 tentang penanggulangan bencana memberikan paradigma baru dalam penanggulangan bencana dari yang bersifat tanggap darurat menjadi manajemen risiko bencana dan pengurangan risiko bencana.

“Untuk itu hal ini merupakan urusan bersama baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan agar berperan aktif terlibat dalam upaya memberikan pemahaman terkait pencegahan dan mitigasi bencana tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Jayapura Asep Khalid mengakui wilayahnya menjadi salah satu daerah yang rawan terjadinya bencana gempa bumi, banjir dan longsor. Termasuk juga tsunami serta kebakaran.

“Sehingga kami mempunyai kewajiban untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya mereka bisa memitigasi terhadap bencana,” katanya.

Menurut Khalid, sosialisasi dan pelatihan bencana kebakaran dilaksanakan supaya masyarakat setempat bisa melakukan manajemen risiko terhadap bencana terutama kebakaran baik perumahan maupun hutan.

“Kami harap melalui kegiatan ini masyarakat bisa memahami bagaimana dalam penanganan bencana,” haraonya.

Dia menjelaskan bencana kebakaran sering terjadi Kota Jayapura setiap dan pada 2023 sebanyak 93 kejadian dan awal 2024 sudah 66 kasus peristiwa kebakaran.

“Kami harus mencegah terhadap bencana kebakaran karena akan sangat berdampak terhadap pembangunan,” katanya lagi.

Khalid menambahkan dengan melihat topografi Kota Jayapura yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi dengan sendirinya pembangunan akan terkonsentrasi pada areal tertentu salah satu Distrik Abepura.

“Tentunya jumlah penduduk di Distrik Abepura juga akan akan terus meningkat sehingga hal ini juga akan menyebabkan timbulnya kerawanan terhadap bahaya kebakaran sehingga kegiatan ini sangat penting dilakukan,” pungkasnya.

SAV

Exit mobile version