GKI Elim Malanu Terima Bantuan Keagamaan 100 Juta, Pj Wali Kota Pribadi 50 Juta

Pj Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama sang istri Jemima Elisabeth Lobat menyerahkan bantuan kepada Ketua PHMJ GKI Malanu, Kota Sorong, PBD, Kamis (9/5/2024) / Foto : Ist
Pj Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama sang istri Jemima Elisabeth Lobat menyerahkan bantuan kepada Ketua PHMJ GKI Malanu, Kota Sorong, PBD, Kamis (9/5/2024) / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong mengalokasikan bantuan dana keagamaan di tahun ini sebesar Rp10 Miliar.

Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Jemaat Elim Malanu juga kebagian dana hibah tersebut sebesar Rp100.000.000,-

Bantuan tersebut diserahkan langsung Penjabat Wali Kota Septinus Lobat, S.H., M.PA didampingi Asisten I dan Kabag Kesra Pemkot Sorong.

Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Sorong bersama sang istri Jemima Elisabeth Lobat juga menyerahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp50.000.000,- kepada GKI Jemaat Elim Malanu.

“Bantuan dana hibah dari pemerintah kota sorong dan juga secara pribadi dari keluarga lobat, untuk membantu pembangunan gedung gereja baru GKI Elim Malanu,” ungkap Septinus Lobat.

Menurut dia, Jemaat Elim merupakan jemaat mula-mula dari suku Moi yang tinggal di Malanu. Dimana seiring dengan perkembangan zaman, daerah Malanu telah berubah sehingga dirinya merasa terpanggil untuk memberikan perhatian khusus kepada pembangunan gedung gereja GKI Elim Malanu.

“Hari ini saya bersyukur kepada Tuhan di Hari Kenaikan Tuhan Yesus ini, saya sudah menjabat selama sembilan bulan di Kota Sorong dan di hari ini tanggal 9 Mei 2024 saya beribadah disini dan memberikan bantuan dana hibah dari Pemerintah Kota Sorong juga dari keluarga Lobat, untuk membantu pembangunan gedung gereja baru,” sambungnya.

Septinus Lobat merincikan, di tahun anggaran 2024, Pemkot Sorong mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk bantuan keagamaan.

“Bantuan hibah keagamaan diberikan kepada masjid, gereja, LPTQ dan organisasi keagamaan lainnya. Total bantuan hibah yang dialokasikan pada tahun 2024 mencapai sepuluh miliar rupiah,” rincinya.

Diakui Septinus, bantuan hibah keagamaan yang dialokasikan tahun anggaran 2024 memang tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan karena kondisi keuangan Pemkot Sorong yang masih dalam proses pembenahan.

“Banyak proposal yang masuk, tapi karena kondisi keuangan kota lagi sulit maka kami harus memprioritas yang bersifat urgen,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja GKI Elim Malanu Menase Paa mengatakan, pembangunan gereja tersebut sudah mencapai 85 persen dan diprediksi akan rampung pada bulan Agustus atau paling lambat Oktober 2024.

“Pembangunan gereja bisa berjalan lancar berkat bantuan suka rela dari jemaat-jemaat, pemerintahan Provinsi yang dulu masih Papua Barat, Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Kabupaten Sorong yang mulai dibangun sejak tahun 2016,” beber Menase.

Ditambahkannya, kapasitas gereja yang baru mampu menampung hingga 1.000 jemaat. Ia belum dapat memastikan total perkiraan anggaran pembangunan gereja karena masih berlangsung terus, tetapi ditargetkan mencapai Rp 3 miliar.

“Saya belum bisa pastikan total perkiraan anggaran menelan berapa karena berlangsung terus, tetapi ditargetkan tiga miliar,” tandas Manase.

KENN

Exit mobile version