Koreri.com, Sorong – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VII Kasim melepasliarkan satwa endemik di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Selasa (21/5/2024).
Kegiatan yang melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya ini dalam rangkaian peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional.
Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 7 ekor ular sanca hijau (morelis viridis), 2 ekor biawak hijau (varanus prasinus), 2 ekor sanca coklat (leiopython albertisi), 4 ekor kakatua koki (cacatua galerita), 2 ekor nuri bayan (eclectus roratus) dan 17 ekor kasturi kepala hitam.
GM RU VII Kasim, Yodia Handhi Prambara menyebutkan selain dalam momentum Hari Keanekaragaman Hayati Internasional pihaknya juga rutin melaksanakan biodiversitas sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada lingkungan sekitar.
“Selain itu sejak 2023 kami juga mendukung pengelolaan 2 kelompok tani hutan di Kabupaten Raja Ampat dan mendukung pengelolaan cagar alam Waigeo Barat dan Waigeo Timur,” sambungnya.
Ditambahkan Yodia, atas kontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati di PBD sejak 2018, Kilang Kasim memperoleh anugerah Konservasi Alam 2023 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Siti Nurbaya Bakar.
Kepala BBKSDA Papua Barat, Jhony Santoso menyampaikan pihaknya bersama Kilang Kasim berkomitmen melakukan pelestarian keanekaragaman hayati yang meliputi flora dan fauna, habitat dan ekosistem sejak 2018.
“Kami juga telah bekerjasama dengan berbagai stakeholder seperti instansi pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan dan organisasi nirlaba. Kerjasama ini penting untuk mendukung kegiatan konservasi, khususnya di wilayah Papua Barat Daya,” terangnya.
Sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa tersebut telah dilakukan assessment dan proses habituasi sehingga layak dikembalikan ke alam.
KPI
