“Barang Ini” yang Jadi Lawan Kuat Bormasa-Serin

Paslon Barsih Broo Damianus Siarmasa
Sekretaris Hanura Kepulauan Tanimbar Damianus Siarmasa saat menyampaikan orasi / Foto : NKTan

Koreri.com, Saumlaki – Pilih calon pemimpin yang hambur-hambur uang adalah membuka peluang negeri ini dipimpin kepala daerah yang korup.

“Kalian yang berkontribusi menciptakan kesengsaraan bagi kalian masyarakat sendiri,” demikian penyataan tegas yang disampaikan Sekretaris Hanura Kepulauan Tanimbar Damianus Siarmasa, saat bertatap muka langsung dengaan sejumlah masyarakat di Desa Lorulung.

Siarmiasa mendampingi tim paslon Adolf Bormasa – Hendrikus Serin melaksanakan kampanye perdana di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (26/9/2024).

Pada kampanye perdana ini, paslon berjargon Barsih Broo ini mendapat giliran berkunjung dan melakukan kampanye terbatas pada 3 desa di Kecamatan Wertamrian yakni Desa Ilngei, Lorulung dan Tumbur.

Siarmasa dikesempatan itu mengenang kembali masa-masa kecilnya di desa itu saat bersama beberapa keluarganya yang sering mengajaknya bermain di atas kandang-kandang babi di sore hari.

“Apabila calon-calon lain datang bagi uang dan kamu malu hati sehingga pilih dia, maka bapak ibu telah ikut menciptakan pemimpin yang koruptif. Itu adalah perbuatan kalian sendiri yang membuat kita semua jadi sengsara,” sambung Siarmasa kepada para orang tua yang penuh sabar dan antuasias menyimak kata-katanya.

Siarmasa menegaskan money politik (politik uang) adalah racun yang akan merusak daerah ini karena calon yang memberikan uang selain membeli hak rakyat dengan sangat murah mengakibatkan rakyat akan susah.

“Bormasa-Serin sanggup antar masyarakat Tanimbar keluar dari lingkaran setan ini,” tegasnya.

Orasi tentang politik uang ini pun dilanjutkan oleh PP Werembinan.

Sebagai orang yang pernah memimpin DPRD dua periode dan satu kali menjadi Wakil Bupati Tanimbar.

PP mengaku pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati 2017-2022 namun dia kalah karena tidak punya uang merah-merah.

“Bukan kamong seng tahu (kalian tidak tahu). Politik uang adalah perbuatan melawan hukum tapi yang mengherankan adalah praktek ini dilakukan ulang-ulang,” bebernya.

Ketua Tim Pemenangan Barsih Broo Paulus Petrus Werembinan saat menyampaikan orasi kampanye / Foto : NKTan

PP menegaskan, uang Rp100.000, 500.000 atau bahkan 1 juta sekalipun akan habis dalam hitungan hari namun hidup masyarakat tidak akan berubah selama lima tahun dalam satu periode pemerintahan.

“Kalian tahu tapi kalian lakukan, dan jika ini terjadi lagi dan jika kalian memberikan keputusan dan pilihan politik karena uang, inilah yang saya sampaikan. Susah su datang, ini kan membuat kita celaka,” tegasnya.

“Ketika saya harus kalah pada Pilkada kemarin, saya tahu saya kalah karena uang. Kalau kita bertarung jujur, belum tentu saya kalah. Karena kalau bicara pengalaman pemerintahan, saya dua kali jadi Ketua DPRD dan menambah ilmu lagi dengan satu kali jadi Wakil Bupati. Sehingga pemahaman dan pengalaman mengelola APBD dan pemerintahan, saya lebih paham dari teman-teman saya yang kemarin bertarung waktu itu. Tapi saya harus kalah karena saya tidak mampu bayar satu kepala 200ribu dan 500 ribu, tapi yang saya mau bilang adalah saya punya hati untuk Tanimbar,” cetusnya.

Alhasil selama 5 tahun ini banyak orang yang sampaikan kepada dirinya.

“Bapak, katong susah sekali,” keluh mereka sebagaimana diitirukan PP.

“Doit (uang) susah besar. Jadi sudah tahu itu, tidak boleh lagi memilih calon yang membayar suara kita,” sambunnya.

PP menegaskan pula, Serin adalah satu-satunya calon wakil Bupati yang pimpin partai yang menghasilkan 2 kursi di DPRD sehingga kekuatan partai itulah yang dimiliki pria dengan khas rambut putih itu.

Selain itu, untuk basis, Serin punya basis tradisional yang mumpuni di Arui Raya. Sedangkan ada 3 orang calon wakil Bupati yang tinggal di satu desa yakni Olilit Barat dan tidak mungkin dapat merebut semua suara Olilit.

“Sedangkan Arui dua-dua itu milik Serin,” tekannya.

“Sehingga para pemilih di Wertamrian tak perlu ragu-ragu lagi karena Bormasa akan dulang suara besar di Tanimbar Utara dan Serin di Wertamrian,” pungkas PP.

NKTan

Exit mobile version